Resmi! Azis Syamsuddin Pimpinan DPR Ketiga Yang Terjerat Kasus Korupsi

Azis Syamsuddin akhirnya resmi menjadi pimpinan DPR ketiga yang terjerat kasus korupsi.

 Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (detik.com)

SOLOPOS.COM - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Azis Syamsuddin akhirnya resmi menjadi pimpinan DPR ketiga yang terjerat kasus korupsi.

Ia ditangkap tim KPK, Jumat (24/9/2021) malam, setelah upaya pemanggilan terhadapnya untuk pemeriksaan diabaikan.

Sebelum Azis Syamsuddin, Setya Novanto dan Taufik Kurniawan menjadi pimpinan DPR yang menghuni jeruji besi penjara karena kasus korupsi.

Ironis, mereka menghuni hotel prodeo dalam status masih sebagai pimpinannya para wakil rakyat.

Saat dijebloskan ke bui pada 2017 Setya Novanto adalah Ketua DPR sedangkan Taufik Kurniawan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Tiga Kasus

Kasus apa yang membuat Azis Syamsuddin harus merasakan dinginnya sel penjara?

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Jumat (24/9/2021), setidaknya ada tiga kasus yang menjerat politikus Partai Golkar tersebut.

Pertama adalah dugaan suap dana alokasi khusus (DAK) untuk Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

Azis Syamsuddin yang menjadi anggota DPR sejak 2004 memang berasal dari daerah pemilihan Lampung II yang meliputi Kabupaten Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Kanan, Way Kanan, dan Kota Metro.

Komisi 8 Persen

Dalam kasus ini, Azis disebut meminta komisi 8 persen untuk jasanya menaikkan DAK Kabupaten Lampung Tengah.

Kala itu Azis Syamsuddin menjabat Ketua Badan Anggaran DPR.

Kasus kedua adalah menjadi “mak comblang” untuk mantan Bupati Kartanegara Rita Widyasari.

Azis Syamsuddin diduga mengenalkan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dengan mantan Bupati Kartanegara Rita Widyasari yang terjerat kasus korupsi.

Baca Juga: Alasan Isolasi Mandiri Tak Diterima, Azis Syamsuddin Dijemput Paksa 

Setelah saling mengenal Robin kemudian menemui Rita di Lapas Kelas IIA Tangerang, Banten.

Robin bersama seorang pengacara dari Medan meyakinkan Rita bahwa mereka bisa mengurus pengembalian aset yang disita KPK.

“Setelah itu, Rita Widyasari menghubungi Azis Syamsuddin guna menginformasikan komunikasi dirinya dengan terdakwa dan Maskur Husain,” kata Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Bayar Rp5,1 Miliar

Rita membayar Robin dan rekannya senilai Rp5,197 miliar secara bertahap. Uang itu didapatkan Rita dengan meminjam dari seseorang bernama Usman Effendi.

Usman dijanjikan Rita bakal mendapatkan uang pengganti dua kali lipat.

Rita juga menyerahkan dokumen aset berupa apartemen dan tanah kepada Robin dan Maskur.

Kasus ketiga yang menjerat Azis Syamsuddin adalah dugaan suap dari Wali Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara.

KPK menyebut Azis ikut memfasilitasi pertemuan antara penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang tengah berurusan hukum.

Pertemuan itu terjadi di rumah dinas Azis di kawasan Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

Dalam kasus apa Azis Syamsuddin ditahan KPK malam ini? Jajaran pimpinan KPK belum menjelaskan rinci.

Namun berdasarkan informasi sebelumnya, seharusnya tadi siang Azis diperiksa dalam kasus DAK Kabupaten Lampung Tengah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Solo Gencarkan Digitalisasi Sistem Pendidikan Menuju Era Industri 4.0

Bidang pendidikan dituntut mengembangkan sistem pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa berbasis TI menuju smart education.

Al Firdaus, Sekolah International Baccalaureate Pertama di Jawa Tengah

Al Firdaus World Class Islamic School saat memutuskan bekerja sama dengan International Baccalaureate (IB), yayasan pendidikan internasional asal Jenewa, Swiss. Tahun ini Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun serta Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun di Al Firdaus resmi terotorisasi IB.

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Akan Jalani Sudhi Wadani

Putri Presiden Pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, pindah ke agama Hindu dan akan menjalani proses Sudhi Wadani di Bali.

Lereng Gunung Batur Di Gianyar Bali Terbakar

Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Batur, Kintamani, kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (21/10/2021) sore.

Siap-Siap, Gerbong Mutasi Lanjutan Pejabat Sukoharjo

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Sejarah Hari Ini : 23 Oktober 2011, Simoncelli Kecelakaan di Sepang

Berbagai peristiwa terjadi di dunia pada 23 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Miris! Operator Call Center Basarnas Tewas Dibegal

Seorang pegawai Basarnas menjadi korban begal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban meninggal dunia akibat dibacok kawanan begal.

Viktor Laiskodat Lulus Doktor UKSW, Angkat Disertasi Wisata NTT

Viktor Laiskodat membuat disertasi berangkat dari dari sebuah permasalahan mengapa masyarakat NTT masih miskin padahal wilayah itu kaya sumber daya alam.

Stok Vaksin Covid-19, Indonesia Kembali Terima Pfizer dan AstraZeneca

Selain menjaga ketersediaan, tambahan vaksin Covid-19 ini juga untuk mengejar target kekebalan kelompok hingga akhir 2021.

Dituding Aktor Utama, Amien Rais Ungkap Detik-Detik Gus Dur Lengser

Amien Rais menolak disebut sebagai aktor utama namun mengakui sebagai bagian dari lengsernya Gus Dur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Raih Gelar Doktor dari UKSW Salatiga

Viktor meraih gelar Doktor Program Studi Pembangunan dari UKSW dengan nilai IPK 3,92.

Mega Korupsi Jiwa Sraya, 1.200 Aset Belum Laku!

PT Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.

Hari Dharma Karyadhika, Kemenkumham Beri Bingkisan Pasien Wisma Atlet

Kementerian Hukum dan HAM atau Kemenkumham menggelar bakti sosial guna memperingati Hari Dharma Karyadhika.

Wisatawan Asing dari 45 Negara Bisa keThailand Tanpa Wajib Karantina

Wisatawan dari 45 negara berisiko rendah yang sepenuhnya divaksinasi COVID-19 akan dapat mengunjungi Thailand tanpa persyaratan karantina mulai 1 November.

Tinggalkan PAN, Amien Rais: Saya Gagal Mendidik Sikap Mental

Ia mengaku gagal mendidik sikap mental dan moral di PAN yang didirikannya seusai reformasi 1998.