Residivis Wonogiri Rampas Uang Karena Sakit Hati Tak Dibelikan Bakso
Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, menunjukkan parang yang digunakan Andri Novian alias Wonri saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Kamis (27/12/2018). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Andri Novian alias Wonri, 32, seorang residivis kasus pembunuhan asal Bauresan RT 004/RW 002, Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, kembali ditangkap karena kasus perampasan uang, Rabu (26/12/2018).

Korban perampasan tersebut adalah Tri Handoyo, yang diklaim Wonri masih kerabatnya. Tri Handoyo tinggal tak jauh dari rumah Wonri di Cubluk RT 004/RW 004, Giritirto.

Kepada wartawan saat rilis kasus tersebut di Mapolres Wonogiri, Kamis (27/12/2018), Wonri mengaku mendatangi rumah Tri Handoyo pada Minggu (23/12/2018) untuk balas dendam. Namun, saat itu Tri Handoyo tak ada di rumah.

Wonri sakit hati karena sebelumnya diusir dari rumah Tri Handoyo saat minta dibelikan bakso. Dia menyebut Tri Handoyo kerabatnya yang sudah lama tak ditemuinya karena dirinya menjalani hukuman di LP Nusakambangan.

“Saya keluar dari penjara enam bulan lalu. Sebelumnya saya ke rumah dia [Tri Handoyo] hanya ingin minta makan bakso. Tapi dia malah mengusir saya,” kata Wonri.

Saat itu, Wonri yang datang membawa parang masuk rumah Tri Handoyo sambil berteriak-teriak mengancam akan menyakiti penghuni rumah. Di dalam rumah itu ada keluarga Tri Handoro dan seorang pegawainya, Bintaro.

Saat Wonri masuk rumah, Bintaro menghitung uang hasil usaha senilai Rp22 juta. Melihat uang itu, Wonri langsung merampasnya dan membawanya kabur.

Sebelumnya Wonri juga dilaporkan berbuat onar dan melakukan perusakan di salah satu kafe kawasan kota Wonogiri. Polisi terpaksa menembak kakinya dua kali karena berusaha melawan agar bisa melarikan diri saat dibawa ke tepi Sungai Bengawan Solo untuk mencari parang yang digunakannya saat beraksi.

Wonri ditangkap di tepi jalan raya depan Pasar Kepuh, Nguter, Rabu siang. Saat penangkapan ada sejumlah orang yang turut mengeroyok Wonri. Petugas akhirnya melepaskan tembakan ke udara memberi peringatan agar massa tak mendekat.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom