Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak, Polres Wonogiri Bantah Isu Wondri Dieksekusi

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, WONOGIRI — Polres Wonogiri menegaskan penembakan terhadap residivis kasus pembunuhan, Wondri, dilakukan sesuai prosedur kepolisian. Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, menyatakan bertanggung jawab atas tindakan anggotanya tersebut.

Hal itu disampaikan otoritas Polres untuk membantah isu bahwa Wondri yang bernama lengkap Andri Novianto, 37, warga Bauresan, Giritirto, Wonogiri, meninggal dunia pada Selasa (20/8/2019) malam lalu karena dieksekusi.

Kepada wartawan dalam jumpa pers di Aula Mapolres Wonogiri, Kamis (22/8/2019), Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Ajar Waskito, mengatakan isu yang beredar terkait Wondri meninggal dunia akibat dieksekusi polisi sama sekali tidak benar.

Dia juga membantah kabar ada warga yang melihat polisi menghabisi nyawa Wondri. Dia meminta warga tak terpengaruh isu-isu yang tak benar tersebut.

Menurut Purbo, dalam kepolisian tidak mengenal istilah eksekusi. Dalam aturan kepolisian hanya ada aturan ihwal syarat seorang petugas dapat melepaskan tembakan dalam menangani perkara.

Secara tegas diatur polisi dapat menembak pelaku tindak pidana yang membahayakan jiwa petugas dan masyarakat. Tindakan tegas petugas terhadap Wondri telah memenuhi kaidah tersebut.

Petugas menembak Wondri dua kali karena dia berusaha merebut senjata aparat saat diminta menunjukkan parang atau pedang yang digunakannya untuk melukai Sasongko, 26, warga Kaloran Kidul, Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Jumat (16/8/2019) lalu.

Peristiwa penembakan terjadi di dekat bekas terminal Wonogiri. Sebelum menembak, petugas melepaskan tembakan peringatan terlebih dahulu agar Wondri menyerah.

Namun, warga Bauresan RT 004/RW 002, Giritirto, itu terus melawan petugas. Jika dia berhasil mendapatkan senjata, Wondri bisa membahayakan keselamatan petugas. Oleh karena itu petugas menembaknya dua kali. Peluru mengenai bagian depan tubuh Wondri.

“Penembakan sudah sesuai prosedur dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak benar itu isu soal eksekusi. Polisi tidak mengenal eksekusi,” tegas Purbo.

Sementara itu, Kapolres menyatakan bertanggung jawab penuh atas tindakan anggotanya. Dia memastikan tindakan anggotanya sudah sesuai prosedur.

Sebagaimana diinformasikan, Wondri meninggal setelah terkena dua tembakan aparat kepolisian Wonogiri, Selasa (20/8/2019) malam. Saat itu, Wondri baru saja ditangkap sesuai mengamuk dan menganiaya karyawan toko aksesori handphone (HP) Kartika di Wonogiri kota.

Wondri yang sudah sepekan terakhir dicari polisi karena menganiaya anggota Satpol PP Wonogiri kemudian diminta polisi untuk menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan itu. Dalam perjalanan menuju tempat indekos Wondri untuk mencari barang bukti berupa pedang atau parang itulah, Wondri merebut senjata milik petugas dan mengacungkannya ke arah petugas.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan agar Wondri menyerah namun Wondri tak menggubrisnya sehingga polisi melepaskan tembakan yang mengenai badan Wondri. Wondri dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dan meninggal di sana.


Berita Terkait

Berita Terkini

BTS Gelar Konser di JIS, Intip Fasilitas Stadion Terbesar di RI Ini

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro) Widi Amanasto mengatakan BTS berencana menggelar konser di JIS tahun depan. 

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Jl. Solo-Jogja

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Jabatan Adik Ipar Ahok Dicopot dari Polri, Kini Jadi Staf Biasa

Adik ipar Ahok yang memakai mobil patroli jalan raya (PJR) untuk berpacaran dicopot dari jabatannya di Polri dan kini dimutasi menjadi staf biasa.

Klarifikasi Lele PUBG Soal Video Mesum 13 Detik, Turuti Keinginan Pacar

Perempuan pemilik akun PUBG bernama Lele memberi klarifikasi terkait video mesum dirinya dan menyebut sang pacar yang memintanya mengirim video itu.

Bongkar 13 Kasus Pinjol Ilegal Lintas Provinsi, 57 Orang Jadi Tersangka

Polisi sudah menetapkan 57 tersangka dari pengungkapan 13 kasus pinjol ilegal yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Inilah Capaian Pemerintah dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Terkait program pemulihan ekonomi nasional, Airlangga menjabarkan per 15 Oktober 2021 anggaran PEN telah terealisasi sebesar Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun. 

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Peneliti Temukan Fosil Bayi Dinosaurus di China

Peneliti China temukan fosil bayi Dinosaurus.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Cek Lur! Ini Daftar 34 Perusahaan Pinjol Ilegal dari Polda Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng mengungkapkan daftar 34 perusahaan dan aplikasi pinjaman online atau pinjol ilegal yang dilaporkan meresahkan masyarakat.

Selamat! Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Resmi Menikah

Jessica Iskandar  dan Vincent Verhaag mengucapkan ikrar dan sumpah pernikahan di Ayana Midplaza, Sudirman, Jakarta Pusat.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Ahok Dukung Adik Iparnya yang Pacaran di Mobil Patroli Ditindak Tegas

Ahok mendukung Polri menindak tegas adik iparnya, Bripda Bagas yang menyalahgunakan mobil patroli jalan raya untuk pacaran.

Pemeran dan Pacar Video Mesum Lele 13 Detik Minta Maaf

Pemeran video mesum viral Lele 13 detik meminta maaf lewat akun YouTube karena membuat kegaduhan di media sosial.