RESHUFFLE KABINET JOKOWI : Rini Soemarno Bantah Hina Presiden
Menteri BUMN Rini M. Soemarno di PG Colomadu, Senin (11/5/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Reshuffle kabinet Jokowi-JK dipanaskan isu menteri menghina Presiden. Rini Soemarno membantahnya.

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri BUMN Rini Soemarno membantah dirinya pernah menghina atau menjelek-jelekkan Presiden Jokowi. Sebelumnya, politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menyebutkan ciri-ciri menteri yang menghina Presiden itu adalah perempuan dan bukan berasal dari parpol.

"Saya serahkan kepada Bapak Presiden [soal reshuffle]," kata Rini Soemarno saat ditanya wartawan seperti ditayangkan TV One, Senin (29/6/2015). Rini juga mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. "Itu dari mana dasarnya, tanya ke dia, tanyakan mereka, jangan ke saya," sambungnya.

Rini Soemarno merupakan salah satu menteri yang bukan berasal dari parpol di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Rini juga memimpin posisi penting di bidang perekonomian, yaitu Kementerian BUMN. Sebelumnya, politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan ciri-ciri menteri yang menjelek-jelekkan Presiden Jokowi.

"Saya sebut cirinya saja, yakni perempuan. Bukan dari PDIP, bukan dari partai-partai pendukung, [menteri tersebut] ada sektor di bawah koordinasi perekonomian," ujar Masinton saat dimintai konfirmasi oleh wartawan di Jakarta, Senin (29/6/2015), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Saat ditanya hal yang dijelekkan menteri bersangkutan terhadap Presiden Jokowi, anggota Komisi III DPR itu menyebut menteri tersebut mengatakan Jokowi adalah orang yang ragu lantaran tidak pernah jadi merombak atau mereshuffle kabinet.

"Dia [salah satu menteri] kemudian bilang Presidennya ragu-ragu," bebernya. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Presiden Jokowi agar menteri tersebut harus dicopot dari jabatan. Pasalnya, pembantu Presiden tersebut sudah menyiratkan bahwa tidak taat kepada atasannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom