Luhut Pandjaitan (Istimewa)

Reshuffle kabinet Jokowi-JK baru saja merombak jajaran menko. Namun, ada yang menarik saat Menko Kemaritiman mulai bergerak.

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan akan mengumpulkan seluruh Menteri Koordinator (Menko) di Kabinet Kerja untuk memperbaiki ekonomi nasional.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan masalah ekonomi menjadi isu utama yang ingin diselesaikan pemerintah. Hal tersebut juga yang menjadi alasan utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan anggota Kabinet Kerja.

“Kami ingin tidak ingin ada yang tumpang tindih, sehingga masalah ekonomi ini bisa bagus. Empat menteri koordinator nanti akan bertemu dan duduk bersama untuk membicarakan masalah ini,” katanya di Bina Graha, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Luhut menuturkan pemerintah saat ini menyusun langkah dan kebijakan untuk mengantisipasi rencana penaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat atau Fed Rate pada September 2015. Pemerintah harus mengambil langkah terhadap pencana tersebut, karena akan mempengaruhi arus investasi di dalam negeri.

Dia mengaku telah bertemu menteri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas langkah yang perlu diambil untuk perbaikan ekonomi nasional. Menurutnya, saat ini pemerintah tidak terlalu khawatir terhadap pemangkasan nilai tukar atau devaluasi yuan (mata uang Tiongkok) yang mencapai 2%. Pasalnya, hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki perekonomian Tiongkok.

“Setelah kami pelajari, apa yang dilakukan Tiongkok itu dalam konteks memperbaiki perekonomiannya. Perekonomian mereka baik, maka perekonomian nasional juga akan ikut membaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga mengatakan tugas Kemenko Polhukam dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional adalah menciptakan situasi yang aman agar investor mau menanamkan modalnya di dalam negeri. Dirinya tidak akan membiarkan kegaduhan dalam pemerintahan mengganggu arus investasi di dalam negeri.

“Kepada pelaku ekonomi, saya kasih kamu keamanan agar kalian berinvestasi. Saya paham ekonomi, serta paham pertahanan dan keamanan, itu bisa saya gunakan dalam menjalankan tugas saya,” ucapnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Rizal Ramli melakukan langkah kontroversial dengan memasukkan Kementerian ESDM dalam jajarannya. Hal ini mengejutkan karena biasanya biasanya Menteri ESDM di bawah koordinasi Menko Perekonomian yang sempat dijabat Sofyan Djalil dan kini Darmin Nasution.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten