RESHUFFLE KABINET JOKOWI : Megawati Tahu Menteri yang Bakal Dibuang Jokowi
Megawati dipayungi Rudy saat menghadiri pernikahan Gibran-Selvi di Solo, Kamis (11/6/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Reshuffle Kabinet Jokowi masih sebatas wacana.

Solopos.com, JAKARTA -- Megawati disebut Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supraktikno, mengetahui menteri yang akan diganti Jokowi.

PDIP menegaskan belum mengetahui isu yang menyebutkan, bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan didepak dari Kabinet Kerja, pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, yang tahu mengenai siapa yang akan terdepak dari kabinet hanyalah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Jokowi sendiri.

"Megawati yang tahu siapa yang akan di-reshuffle, karena itu sudah ranahnya ketua umum dan Jokowi," ujar Hendrawan kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (27/6/2015) sebagaimana dikutip Okezone.

Menurutnya, kalau ada pemberitaan bahwa terdapat sejumlah nama menteri yang akan terkena perombakan, maka dipastikan kabar itu adalah bohong.

Sebab kata dia, sejauh ini yang mengantongi nama-nama menteri yang tidak memberikan kontribusi dengan baik hanyalah Jokowi dan Megawati.

Memberi Masukan

Anggota Komisi XI DPR tersebut mengaku, PDIP mempunyai wewenang untuk memberikan masukan kepada Jokowi untuk me-reshuffle para menterinya. Pasalnya, partai berlogo kepala banteng moncong putih tersebut adalah partai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

"Untuk me-reshuffle domain Megawati dan Jokowi. PDIP hanya memberi masukan saja, karena posisi kita memberi masukan menteri-menteri yang kurang bagus," katanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno

Sebelumnya, politikus PDIP, Masinton Pasaribu memperoleh informasi bahwa ada dua nama yang akan didepak, yakni Menteri BUMN Rini Soemarno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Bagi Masinton, kinerja Rini selama ini tidak mengalami perkembangan, terutama tak efektifnya pengelolaan BUMN lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Sedangkan Andi dianggap telah 'berdosa karena membuat pernyataan yang membahayakan wibawa Jokowi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom