Tutup Iklan

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

 Ilustrasi hajatan. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperbolehkan kegiatan hajatan resepsi pernikahan dengan maksimal tamu undangan 250 orang. Hal itu mengacu pelonggaran aturan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang dituangkan alam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo No.067/3529 yang berlaku mulai Selasa (19/10/2021) hingga Selasa (1/11/2021).

Meski kegiatan resepsi pernikahan sudah diperbolehkan, tamu undangan tak boleh makan di tempat dan penyelenggara tetap harus meminta izin kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo.

Selain itu, acara resepsi juga tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya yang fungsinya tidak untuk melaksanakan hajatan/resepsi pernikahan. Pelaksanaan resepsi di gedung pernikahan maksimal 50% dari kapasitas ruangan. Lalu, diizinkan mengundang hiburan namun tetap mempertimbangkan pembatasan interaksi fisik.

Baca juga: Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

“Sudah boleh, tapi wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat dan mendapatkan persetujuan dari Satgas. Ini sudah banyak (permohonan izin) yang masuk. Kursi tidak boleh ditata untuk sejumlah itu (250 undangan), jadi tetap jaga jarak. Istilahnya mbanyu mili (datang pergi) karena makannya kan juga enggak boleh di tempat,” terang Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Solo, Ahyani, kepada Solopos.com, Jumat (22/10/2021).

Tidak Boleh Sumbang Lagu

Hiburan yang dimaksud adalah mendatangkan penyanyi, campursari, organ tunggal, dan sejenisnya. Namun, penyanyi tak boleh berkeliling mendatangi tamu undangan. Begitu pula, tamu undangan tidak boleh menyumbang lagu dan tetap duduk di tempatnya.

“Ya, penyanyi tetap di tempatnya, begitu pula tamu undangan. Tujuannya, meminimalkan interaksi. Penyelenggara wajib mengingatkan kalau-kalau ada yang tidak memahami aturan ini. Pelonggaran bukan berarti aturannya bebas, tetap harus protokol kesehatan,” ungkapnya.

Baca juga: 100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Sementara, aturan kegiatan akad nikah/pencatatan perkawinan/pemberkatan tetap sama dengan SE sebelumnya. Apabila yang dilaksanakan di KUA/Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dapat dihadiri maksimal 10 orang (termasuk pengantin) dengan membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 1x 24 jam setiap individu dengan jaga jarak antar orang paling sedikit dua meter. Untuk yang dilaksanakan di tempat Ibadah dapat dihadiri maksimal 50 undangan,

Sedangkan, pelaksanaan kegiatan meeting/rapat/FGD secara luring diizinkan maksimal 50% kapasitas ruangan dan paling banyak 200 orang dengan penyajian makanan dan minuman menggunakan model hidangan personal dan tertutup serta disajikan/diberikan secara langsung kepada peserta.

“Aturan ini dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kami tinggal meneruskan. Daerah dengan kategori PPKM Level 2, aturannya sama,” papar Ahyani.

Baca juga: Akun Pemkot Solo Kembali Diretas, Gibran: Tak Perlu Ganti Akun!


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.