Reruntuhan Tembok Keraton Solo Dibersihkan untuk Buka Akses Jalan

Reruntuhan Tembok Keraton Solo Dibersihkan untuk Buka Akses Jalan

SOLOPOS.COM - Warga membersihkan reruntuhan pagar Dalem Prabuwinatan yang runtuh di kompleks Keraton Solo, Kamis (1/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Keraton Solo dibantu warga sekitar membersihkan reruntuhan tembok yang roboh pertengahan Januari  lalu.

Solopos.com, SOLO -- Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersama warga mulai membersihkan material reruntuhan tembok Dalem Prabuwinatan di Langensari RT 002/RW 001 Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (1/2/2018). Pembersihkan material reruntuhan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Kerabat Keraton K.P. Eddy Wirabhumi mengatakan proses pembersihan material reruntuhan dikerjakan manual dengan melibatkan warga sekitar. “Bata-bata kami tumpuk di halaman. Yang penting akses buat jalan dibuka dulu lah,” kata Eddy ketika berbincang dengan wartawan, Kamis.

Selama ini material reruntuhan tembok di barat Sasono Putra kediaman Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi itu menutup jalan. Beberapa pedagang di sekitar lokasi juga mengalami penurunan omzet.

Dengan kondisi ini, Keraton kemudian berkoordinasi dengan TACB untuk membersihkan material reruntuhan tembok tersebut. Harapannya akses jalan terbuka dan pedagang bisa meraup pendapatan seperti semula.

Baca:

BPCB Jateng Larang Penggunaan Alat untuk Tangani Tembok Keraton yang Runtuh

Reruntuhan Tembok Keraton Mesti Dipereteli Satu Per Satu

Tembok Keraton yang Runtuh bakal Direhab, Ini Langkah BPCB Jateng

Soal perbaikan tembok itu, Eddy mengatakan mesti menunggu peninjauan dari instansi yang mengurusi benda cagar budaya dan Pemkot Solo. Sebelumnya tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah meninjau.

BPCB bersama Keraton dan Pemkot Solo juga telah berkoordinasi mengenai penanganan tembok Keraton. Penanganan cagar budaya dilakukan dengan menyortir batu bata yang masih bisa dimanfaatkan.

Langkah tersebut dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. Nantinya batu bata tersebut akan dipakai lagi pada saat membangun tembok. “Kami masih tunggu langkah dari BPCB dan Pemkot. Katanya akan diperbaiki,” katanya.

Lurah Baluwarti Suhadi Wahono mengatakan akses jalan selama ini hanya bisa dilalui kendaraan motor maupun sepeda. Hal karena jalan tertutup material reruntuhan tembok. Sejak tembok roboh pada Senin (15/1/2018) malam, material reruntuhan tembok belum dibersihkan sehingga masuk menutup akses jalan bagi kendaraan di sana.

“Jadi tadi pagi mulai dibersihkan pihak Keraton bersama warga. Tidak ada memakai alat berat, semua manual dan hati-hati,” katanya.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Wahyu Broto Raharjo sebelumnya mengatakan ada dua hal harus ditangani yakni bangunan yang sudah ambrol dan membangun kembali bangunan cagar budaya yang rusak.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)