Rencana Penerapan PSBB DKI Jakarta, Ini KA Jarak Jauh yang Tetap Beroperasi
Ilustrasi kereta api. (Youtube)

Solopos.com, SOLO—Sejumlah kereta api (KA) jarak jauh tetap beroperasi pada rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta mulai Senin (14/9/2020).

Meskipun demikian, KA jarak jauh khususnya tujuan dari dan ke Jakarta tidak semua beroperasi penuh. PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memberlakukan pembatasan jumlah penumpang maksimal 70% dari total 100%.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan mengatakan KAI komitmen menataati regulasi yang sudah ditetapkan Tim Gugus Tugas terkait operasional kereta api di masa pandemi.

“Prinsipnya kami tegas menerapkan apa yang ditetapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19. Misalnya, dari awal pandemi, kami konsisten mensyaratkan wajib tes rapid dengan nonreaktif bagi penumpang KA jarak jauh. Di sisi lain, ada sebagian KA jarak jauh yang jalan, tapi masih banyak yang belum kami operasikan,” ujarnya, kepada Solopos.com, Minggu (13/9/2020).

Nilai Ekonomi Ikan Kerapu Kata Dirjen KKP Luar Biasa, Mau Coba?

Eko menjelaskan sebagian besar KA jarak jauh dari dan ke Daops VI Yogyakarta belum beroperasi setiap hari. KA tersebut kebanyakan jalan pada akhir pekan. PT KAI Daops VI Yogyakarta mencatat KA jarak jauh yang beroperasi berangkat dari Stasiun Solo Balapan, yakni KA Argo Lawu relasi Gambir – Solo untuk keberangkatkan 18 dan 25 September 2020, KA Argo Dwipangga relasi Solo – Gambir pada 16 – 30 September 2020, KA Argo Dwipangga relasi Gambir – Solo pada 16 – 30 September 2020, KA Lodaya Solo – Bandung pada 13 September 2002, KA Lodaya Bandung – Solo pada 13 September 2020, dan KA Argo Dwipangga Fakultatif relasi Solo – Gambir pada 20 dan 27 September 2020.

Sedangkan KA jarak jauh dari Stasiun Purwosari adalah KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen pergi pulang (PP). KA kelas ekonomi ini jalan setiap hari dengan harga tiket Rp74.000.

Menahan Diri

Di sisi lain, sejumlah KA jarah jauh lintas Daops (intercity) yang jalan antara lain, KA Argo Wilis (Surabaya Gubeng – Bandung) PP pada 16 – 30 September 2020, KA Kahuripan (Kiaracondong – Blitar PP), KA Bima (Gubeng – Gambir PP) jalan setiap hari, KA Turangga (Gubeng – Gambir PP) setiap hari, KA Matarmaja (Malang – Pasar Senen PP) setiap hari, KA Mutiara Selatan (Gubeng – Bandung PP) 18 – 20 September 2020 dan 25 – 27 September 2020, KA Gajayana (Malang – Gambir) pada 20 dan 27 September, KA Gajayana (Gambir – Malang) pada 18 dan 25 September 2020.

AMSI Desak Polisi Usut Doxing Atas Jurnalis Liputan6.Com

Salah satu aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif asal Sragen, Lina, mengatakan ia sempat pulang kampung dengan menggunakan moda transportasi KA beberapa waktu lalu. Namun kini, ia memilih menahan diri untuk kembali mudik lantaran kasus Covid-19 khususnya di Jakarta kian bertambah. Menurutnya, sepekan lalu ia sudah bekerja dari kos (work from home) lantaran kantornya ditutup karena ada yang positif Covid-19.

“Mudiknya kapan-kapan aja. Alhamdulillah sampai sekarang setiap kali tes [rapid/swab] hasilnya negatif, tapi perjalanan jauh berisiko besar. Saya juga enggak mau jadi carrier buat orang rumah. Harapannya akhir tahun nanti udah reda jadi bisa pulang,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom