Personel SAR, BPBD, PMI, dan KRI Wonogiri menyisir kawasan hutan Botak untuk mencari anak yang hilang di Lingkungan Pancuran, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Selasa (7/5/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang anak remaja bernama Ardhi Setyawan, 14, https://soloraya.solopos.com/read/20181217/494/959359/hilang-gadis-jaten-karanganyar-ini-temui-teman-dunia-maya" title="Hilang, Gadis Jaten Karanganyar Ini Temui Teman Dunia Maya">hilang di hutan Botak, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Senin (6/5/2019). Anak itu hilang saat mencari rumput bersama orang tuanya di hutan tersebut.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR dan sukarelawan hingga Selasa (7/5/2019) belum membuahkan hasil. Anak remaja itu tadinya mencari rumput bersama orang tuanya, Pariman dan Sani di kawasan hutan Botak sekitar 800 meter dari rumah mereka, Senin siang.

Saat itu, Ardhi sedang sakit panas. Pariman sengaja mengajak Ardhi ikut ke hutan karena khawatir di rumah tak ada yang menjaganya.

“Ini kali pertama dia saya ajak ke hutan. Saya berpikir bisa mencari rumput sembari mengasuh dia,” kata Pariman, saat ditemui Solopos.com di rumahnya Lingkungan Pancuran, RT 001/RW 006, Kelurahan Kaliancar, Selogiri, Selasa.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Pariman selesai https://soloraya.solopos.com/read/20181216/494/959277/diduga-karena-hp-disita-ortu-gadis-jaten-karanganyar-menghilang" title="Diduga Karena HP Disita Ortu, Gadis Jaten Karanganyar Menghilang">mencari rumput dan hendak pulang. Ia berjalan menuju tempat ia memarkir sepeda motornya. Sedangkan istrinya dia minta berjalan menemani Ardhi melewati jalan pintas ke rumah itu.

Saat berjalan itulah Sani menyadari anaknya tidak berada di dekatnya. Sani menduga anaknya terus berjalan melalui jalan pintas itu. Sani lantas menemui suaminya yang tengah membenahi rumput di motor lalu bergegas pulang.

“Sampai rumah, istri saya mencari Ardhi ke ujung jalan pintas itu tapi tidak ada. Kami lalu mencari ke lokasi parkir motor dan mencari rumput tapi juga tidak ada. Saya pun berkeliling di sekitar lokasi sembari memanggil-manggil namanya, tapi tak ada jawaban,” ujar Pariman.

Saat itulah, kabar anaknya hilang mulai didengar banyak tetangganya. Banyak warga sekitar termasuk warga dari Kampung Pokoh, Klampisan, Wonokarto, Dukuh, Nangan, dan sekitarnya turut mencari Ardhi ke hutan Botak hingga malam.

Pencarian itu juga dibantu personel dari Palang Merah Indonesia (Wonogiri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, KRI Wonogiri, dan SAR Wonogiri. Hingga Selasa siang, upaya pencarian Ardhi masih nihil.

“Semoga Ardhi bisa lekas ditemukan dan pulang berkumpul bersama keluarga dengan selamat dan sehat,” harap dia.

Koordinator lapangan SAR https://soloraya.solopos.com/read/20181108/491/951418/kakak-beradik-asal-sragen-reta-dan-amel-ditemukan-begini-kondisi-mereka" title="Kakak Beradik Asal Sragen Reta dan Amel Ditemukan, Begini Kondisi Mereka">Wonogiri, Tri Cahyana, mengatakan upaya pencarian terus dilakukan sejak Senin malam hingga Selasa siang. Upaya pencarian itu melibatkan sembilan personel SAR, empat personel PMI Wonogiri, dua personel BPBD Wonogiri, dan lima personel Komunitas Relawan Independen (KRI) Wonogiri.

“Kami menyisir beberapa lokasi sejak malam, tadi pagi hingga siang ini tapi belum ketemu. Setelah istirahat siang ini, kami lanjutkan pencarian ke lokasi yang belum disisir,” kata Tri di sela-sela pencarian.

Ia menjelaskan kendala pencarian adalah lokasi nonlahan pertanian ditumbuhi semak-semak tinggi. Selain itu juga ada jurang-jurang dalam di tepi hutan. Setelah jurang itu baru ditemukan perumahan warga.

“Kawasan ini dikelilingi perumahan. Upaya pencarian akan kami maksimalkan hingga anak yang hilang ditemukan,” imbuh dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten