Tutup Iklan
Ardhi Setyawan (berkaus hitam), 14, digendong anggota tim pencari seusai dijemput di salah satu rumah warga Dusun Dukuh, Desa Gemantar, Selogiri, Wonogiri, Selasa (7/5/2019). (Istimewa/SAR Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Remaja berusia 14 tahun asal Selogiri, https://soloraya.solopos.com/read/20190506/495/990103/satu-lagi-petugas-penyelpemilu-2019-meninggal-dunia-di-wonogiri" title="Satu Lagi Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Meninggal Dunia di Wonogiri">Wonogiri, Ardhi Setyawan, yang dilaporkan hilang sejak Senin (6/5/2019) siang akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (7/5/2019).

Upaya pencarian dilakukan warga bersama sukarelawan gabungan selama lebih dari 24 jam awalnya tak membuahkan hasil. Ardhi ditemukan oleh seorang pencari rumput asal Dusun Duku, Desa Gemantar, Selogiri, Wonogiri, Selasa siang.

Tidak ada luka serius di tubuh Ardhi, hanya lecet di tangan dan kaki karena saat hilang Ardhi mengenakan celana pendek serta kaus lengan pendek. Ardhi dijemput oleh tim pencari di rumah salah satu warga dekat hutan pada Selasa sekitar pukul 16.40 WIB.

Sukarelawan harus menggendong Ardhi karena tubuhnya lemas dan dehidrasi. “[Setelah ditemukan] Ardhi dibawa pakai mobil sukarelawan. Ia terlihat lemas. Saya ikut mengantarnya ke rumah sakit [RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso]. Di rumah sakit, ia sempat meminta makan dan minum. Saya bawakan makan dan minum dari rumah. Saya merasa lega anak saya sudah ketemu,” kata Pariman, ayah Ardhi, didampingi istrinya, Sani, saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Rabu (8/5/2019).

Koordinator Lapangan SAR https://soloraya.solopos.com/read/20190506/495/990097/rumah-produksi-tahu-di-ngadirojo-wonogiri-terbakar" title="Rumah Produksi Tahu di Ngadirojo Wonogiri Terbakar">Wonogiri, Tri Cahyana, yang memimpin tim pencarian menceritakan tim pencari menjemput Ardhi di salah satu rumah warga di Dusun Dukuh, Desa Gemantar, Selogiri, Selasa sore. Ardhi lantas dilarikan ke rumah sakit lantaran lemas dan sedikit hypothermia.

Tri menceritakan dirinya sempat mendengar gonggongan anjing dari posko lapangan. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah gonggongan anjing itu ada kaitannya dengan penemuan Ardhi atau tidak.

“Dengan ditemukannya survivor, operasi pencarian orang hilang di Gunung Pancuran resmi ditutup,” ujar Tri.

Sebelumnya diberitakan, Ardhi hilang saat mengikuti orang tuanya mencari rumput di hutan wilayah https://soloraya.solopos.com/read/20190506/495/990030/jadwal-imsakiyah-ramadan-1440-h2019-m-wilayah-wonogiri" title="Jadwal Imsakiyah Ramadan 1440 H/2019 M Wilayah Wonogiri">Selogiri. Orang tuanya mengajak Ardhi karena anak remaja itu sedang sakit sehingga orang tuanya khawatir jika ditinggal di rumah tak ada menjaganya.

Setelah selesai mencari rumput, ayah Ardhi pulang naik sepeda motor membawa rumput, sedangkan Ardhi pulang jalan kaki bareng ibunya. Namun, di tengah jalan, tanpa disadari ibunya Ardhi menghilang.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten