Remaja Madiun yang Nyantri di Ponpes Klaten Positif Covid-19
Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, MADIUN -- Seorang remaja laki-laki dari Desa Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun yang menjadi santri di Pondok Pesantren Ibnu Abbas Klaten, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (2/12/2020). Pasien berinisial RF ini menjalani isolasi di RSUD Caruban.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Mashudi, mengatakan pihak Ponpes Ibnu Abbas Klaten meminta kepada orang tua untuk menjemput RF. Hal ini karena pimpinan pondok dan salah satu kiainya terindikasi positif Covid-19.

Sempat Berseteru dengan Nikita Mirzani, Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi Ditangkap Polisi

Dia menuturkan untuk itu seluruh ustaz dan ustazah serta seluruh santri dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri. “Pada Kamis tanggal 26 November, ayah dan ibu RF menjemputnya di Ponpes Ibnu Abbas,” kata dia.

Sesampainya di rumah, RF kemudian menjalani isolasi di rumah dengan kamar terpisah. Setelah itu, satu keluarga tersebut menjalani rapid test di RSUD Caruban. Ternyata hasil tes cepat RF menunjukkan reaktif.

Pasien RF kemudian menjalani tes swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk anggota keluarga yang lain masih menunggu hasil tes swab. Untuk kontak erat pasien ini ada tiga orang yaitu ayah dan ibunya serta satu orang adiknya,” jelas dia.

Baru Melahirkan

Mashudi menuturkan selain santri Ponpes Ibnu Abbas Klaten tersebut, ada tambahan dua lagi pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun pada Rabu ini. Untuk kasus nomor 207 yaitu seorang perempuan berusia 24 tahun dari Sumbersari, Kecamatan Saradan.

Pasien yang baru saja melahirkan tersebut memiliki riwayat berkontak dengan pasien positif Covid-19. “Dua pekan lalu, pasien ini dikunjungi tetangganya yang terkonfirmasi positif. Seharunya tetangganya itu menajalani isolasi mandiri,” kata Mashudi.

Kontak erat pasien ini adalah suaminya, anaknya yang berusia 6,5 tahun, dan ibunya yang berusia 60 tahun.

Polisi Gerebek Tambang Galian C Ilegal di Lereng Merapi, 6 Backhoe dan 7 Truk Disita

Kasus nomor 208, yaitu seorang pria berusia 60 tahun dari Sidorejo, Kecamatan Saradan. Pasien berinisial KT ini merupakan seorang guru di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pasien ini terakhir mengajar saat awal pandemi Covid-19.

Pasien KT ini memiliki riwayat perjalanan ke Ngawi untuk berkunjung di salah satu kerabatnya. Dua pekan lalu, kerabatnya itu meninggal dunia.

Dengan adanya tambahan tiga pasien ini, kasus positif Covid-19 Kabupaten Madiun mencapai 208 orang. Dengan pasien sembuh sebanyak 162 orang dan pasien menjalani isolasi 36 orang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom