Rem Blong, Bus Jogja-Solo Tabrak Tiang Hingga Nangkring Di Pagar Pembatas Jalan Klaten

Bus Langsung Jaya jurusan Jogja-Solo mengalami kecelakaan tabrak tiang hingga nangkring di pagar pembatas jalan wilayah Klaten.

 Proses evakuasi bus yang nangkring pada pagar pembatas jalan raya Jogja-Solo, Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (26/5/2021) malam. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Proses evakuasi bus yang nangkring pada pagar pembatas jalan raya Jogja-Solo, Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (26/5/2021) malam. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Bus Langsung Jaya jurusan Jogja-Solo mengalami kecelakaan tabrak tiang hingga bagian depan bus nangkring di pagar pembatas jalan raya, Desa Blanceran, Karanganom, Klaten, Rabu (26/5/2021) malam.

Seluruh penumpang dan kru bus selamat dari kecelakaan itu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Bus PO Langsung Jaya yang dikemudikan Ngadiyo, 52, warga Tasikmadu, Karanganyar, melaju dari Klaten menuju ke Solo.

Mendekati traffic light persimpangan Terminal Penggung, bus mengalami rem blong. Sementara di depan bus sudah banyak kendaraan yang berhenti karena traffic light menyala merah.

Baca Juga: Banyak Guru Belum Disuntik Vaksin Covid-19, PTM Klaten Bisa Digelar Juli?

Melihat kondisi itu, Ngadiyo lantas membanting setir bus ke kiri hingga bus menaiki trotoar dan tabrak tiang penunjuk arah hingga pagar pembatas jalan sebelum berhenti di jalan wilayah Klaten itu.

“Saya menghindari mobil berhenti itu. Terus kula tabrake trotoar, ternyata boten nyandak terus nabrak tiang-tiang. Kalau tidak dihantamkan ke kiri, nanti justru menabrak mobil di depan yang saat itu sudah banyak yang berhenti,” kata Ngadiyo saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Ngadiyo mengatakan saat kejadian bus mengangkut tujuh penumpang. Seluruh penumpang dipastikan selamat termasuk Ngadiyo beserta kenek bus, Supardi, warga Kebakkramat, Karanganyar.

Baca Juga: Harus Tutup Saat Hari Libur, Begini Sikap Pengelola Objek Wisata Klaten

Nasib Penumpang

Penumpang melanjutkan perjalanan naik kendaraan lain menuju daerah tujuan masing-masing. “Alhamdulillah selamat semua tidak ada yang terluka,” kata Ngadiyo.

Salah satu warga, Sunanto, 57, juga mengatakan saat kejadian bus tabrak tiang di Klaten itu banyak mobil yang berhenti lantaran lampu traffic light menyala merah.

“Depan bus itu sudah penuh mobil yang berhenti. Bus tidak sampai menabrak mobil dan tidak ada korban. Tapi bus berhenti setelah menabrak tiang rambu-rambu. Kalau tidak menabrak tiang, mungkin bus terperosok,” kata Sunanto.

Baca Juga: Tim Patroli Gabungan Datang, Pengunjung Objek Wisata Di Klaten Ini Disuruh Pulang

Peristiwa itu membuat bus ringsek pada bagian depan. Satu roda bus pada sisi depan sudah keluar dari tepi jalan. Proses evakuasi dilakukan personel Unit Laka Satlantas Polres Klaten menggunakan dua unit mobil derek.

Evakuasi baru kelar pukul 23.00 WIB. Kecelakaan itu sempat membuat kendaraan yang melaju dari Klaten ke Solo mengular dari persimpangan Terminal Penggung hingga Karangwuni.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

Dapat Donasi Rp32 Juta, Sekeluarga yang Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Bakal Ngontrak

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, bakal dicarikan kontrakan setelah mendapat bantuan senmilai Rp32.650.000.

Wonogiri Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Jekek: Ini Luar Biasa

Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dan Tengkorak di Sambungmacan Sragen

Temuan kerangka manusia itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan Eko yang memiliki tinggi 168 dan berat badan 70 kg.

Bupati Pastikan Pelajar SMP Wonogiri Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

Jumlah pelajar SMP di Wonogiri, baik negeri maupun swasta, yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah sekitar 80.000 lebih.

Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Warga Sragen Ternyata Sudah Hilang 2 Bulan

Kerangka manusia itu ditemukan secara tidak sengaja oleh warga pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Donasi untuk Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Terkumpul Rp32,6 Juta Sehari

Melalui kisah yang dibagikan kali pertama oleh Yayasan Kita Peduli di media sosial dan menjadi viral ini terhimpun donasi senilai Rp32.650.000.

Warga Sragen Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Tengkoraknya Hanyut 200 Meter

Selokan tak jauh dari lapangan voli di tanah kas desa itu sebelumnya memang jarang dijamah warga.

Objek Wisata di Karanganyar Masih Tutup, Pemkab Turunkan Lagi Target PAD

Target PAD wisata Karanganyar tahun ini relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 miliar per tahun.

Vaksinasi Buruh Wonogiri Capai 85%, Sejumlah Perusahaan Masih Antre Vaksin

Vaksinasi kepada buruh belum sepenuhnya selesai karena ada beberapa perusahaan yang belum menggelar vaksinasi.

5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Pematangan SOTK baru sedang diproses oleh Bagian Organisasi bersama legislatif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Dua pemuda Karanganyar yang menjadi kurir sabu-sabu memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang merupakan napi Lapas Sragen.

Ini Alasan Sekeluarga Tidur di Warung Wedangan Kartasura Tolak Tawaran Tinggal di Rusunawa

Bupati Sukoharjo melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada satu keluarga pasutri pedagang kaki lima (PKL) wedangan di depan SMP Negeri 3 Kartasura ini.

Belum Sempat Bertemu Pembeli, 2 Kurir Sabu-Sabu Asal Karanganyar Diringkus BNNP DIY

Dua pemuda asal Karanganyar dibekuk BNNP DIY saat hendak bertransaksi sabu-sabu di jalan raya Solo-Jogja di wilayah Sleman.

Keren, 3 Warga Sragen Ini Ambil Bagian dalam PON XX 2021 di Papua

Dua atlet dan satu asisten pelatih itu dilepas Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Transit, Setda Pemkab Sragen, Kamis (16/9/2020) sore.