Rel Layang Joglo Solo Naik Dari Viaduk Gilingan, Ground Breaking Direncanakan Juli
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) mengecek kondisi kawasan Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (26/2/2021). Pemerintah berencana membangun rel layang tahun ini. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menggelar rapat virtual membahas pembangunan elevated rail atau rel layang Joglo dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (4/3/2021) pagi.

Rapat itu membahas persiapan nonteknis sebelum mulai pembangunan konstruksi. “Kami baru menghitung luas tanah dan hunian terdampak. Camat dan lurah sudah gerak untuk sosialisasi. Targetnya peletakan batu pertama pada Juli,” terang Gibran kepada wartawan seusai rapat virtual, Kamis.

Jumlah lahan berikut hunian terdampak sekurangnya 19.000 meter persegi. Namun, jumlah hunian secara detail masih perlu dihitung. Koordinasi terkait hunian terdampak bakal dilakukan bersama Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Baca Juga: Info Razia Diduga Bocor, Polresta Solo Hanya Berhasil Kukut 3 PSK

Menurutnya, warga terdampak pembangunan rel layang pemecah kemacetan di sekitar perlintasan sebidang Joglo, Banjarsari, Solo, itu sudah mendapatkan sosialisasi sejak lama. Namun, mereka belum mendapatkan kejelasan jenis infrastruktur pengurai kemacetan itu.

“Sosialiasi sebenarnya sudah lama tapi kan dulu belum ada kejelasan flyover atau apa. Nah, tadi sudah digedok sama Pak Menhub bangunannya elevated rail dan jumlah yang terdampak seberapa nanti akan didetailkan semua,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengatakan rapat virtual tersebut membahas rapat pertama bersama Balai Perkeretaapian pada Rabu (13/3/2021).

Baca Juga: Ayah Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Pilih Tak Bekerja Demi Dampingi Anak

Koordinasi Teknis

“Kami belum tahu kapan eksekusi pembangunannya karena masih akan rapat lagi untuk koordinasi teknis. Penentuan lokasi terdampak juga belum rampung. Kami perlu ada dokumentasi lokasinya agar bisa segera membantu relokasi dan mendukung faktor nonteknis lain,” jelasnya tentang proyek rel layang Joglo, Solo.

Sita, panggilan akrabnya, mengatakan sesuai hasil rapat sebelumnya, rel layang itu bakal naik mulai dari Viaduk Gilingan. Underpass yang kerap kebanjiran itu juga bakal direvitalisasi menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Baca Juga: Kelainan Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Diketahui Sejak 4 Bulan Kandungan

Dalam rapat itu juga dibahas mengenai pembangunan lintas atas atau flyover Jl Kerinci. DPUPR sudah menyiapkan detail engineering design (DED) pembangunannya.

“Apakah [dibangun]) setelah atau bersamaan dengan elevated rail itu tergantung duit yang kami punya dan kondisi lokasi secara teknis. Misal kami punya duit sekarang dan dikerjakan bersamaan ya enggak masalah. Pun kalau dikerjakan setelahnya,” ungkap Sita.



Berita Terkini Lainnya








Kolom