Rektor Uniba Solo Mengundurkan Diri Dari Jabatannya Di Tengah Aksi Unjuk Rasa, Ada Apa?
Aksi Aliansi Civitas Akademika Universitas Islam Batik (Uniba) Solo di Kampus Uniba Solo, Sondakan, Laweyan, Solo, Selasa (30/6/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Rektor Universitas Islam Batik atau Uniba Solo, Pramono Hadi, menyatakan mundur dari jabatannya, Selasa (30/6/2020).

Pernyataan mundur itu disampaikan Pramono Hadi di tengah aksi unjuk rasa ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Civitas Akademika Uniba Solo di halaman kampus Uniba Solo, Sondakan, Laweyan, Solo, Selasa (30/6/2020).

Aliansi menuntut transparansi pengelolaan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Solo. Pantauan Solopos.com, Aliansi Civitas Akademika Uniba yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyawan mendatangi kampus untuk aksi di halaman kampus sejak pukul 08.00 WIB.

Update Kasus Covid-19 Indonesia: Positif Tambah 1.293 Jadi 56.385, Sembuh Capai 24.806

Salah satu tuntutan mereka adalah agar rektor dan para wakil rektor Uniba Solo mundur dari jabatan mereka. Dalam aksi tersebut, para dosen dan karyawan memakai pakaian putih di barisan depan.

Mahasiswa berpakaian hitam membuat barisan di belakang atau sisi timur. Mahasiswa membuat aksi treatrikal dan membentangkan 10 spanduk bernada protes kepada pengurus yayasan di gedung kampus.

Poster itu antara lain bertuliskan: Kewajiban mahasiswa sudah dibayarkan lunas tapi haknya terpangkas, Hentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan oleh yayasan, Civitas Akademika bersatu meruntuhkan kezaliman.

Depresi Saat Dikarantina, OTG Covid-19 Asal Tanon Sragen Dilarikan ke RSJ Solo

Ketua BEM periode 2018, Muhammad Arief Oksya, mengatakan Aliansi meminta Rektor dan para Wakil Rektor Uniba Solo mundur karena tidak bisa mengelola kampus. Rektorat dianggap tidak berdaya untuk membuat kebijakan karena pengurus yayasan terlalu dominan.

Pengambil Keputusan

“Pengunduran diri rektor supaya semua orang yang tahu, rektorat tidak bisa mengambil  kebijakan. Pembina yayasan seharusnya sebagai pemberi nasihat bukan pengambil keputusan,” katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan 10 tuntutan kepada pengurus yayasan, antara lain menuntut transparansi tata kelola kampus, menolak intimidasi dari pengurus yayasan kepada civitas akademika Uniba. Juga memberikan keringanan biaya kuliah selama pandemi Covid-19.

Kronologi Mobil Alphard Via Vallen Hangus Dibakar Orang

Rektor Uniba Solo, Pramono Hadi, turut memberikan orasi. Ia menyatakan mundur sebagai rektor dengan melepas baju sebagai tanda pengunduran diri sebagai Rektor Uniba.

“Terjadi tata kelola kampus yang tidak baik dan rektorat merasa ikut bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi. Kami hanya bisa mengeluarkan daya usul bukan mengambil daya putus sehingga semua tersentral pada yayasan.  Ini kegagalan. Kalau gagal ya mundur. [Rektor] mundur sebagai wujud etika akademi,” katanya.

Dia menjelaskan yayasan memiliki masalah pada tata kelola, kebijakan anggaran yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan kebijakan penempatan sumber daya manusia yang tidak sesuai.

Jadi Pengemis, Pria Ngrampal Sragen Kantongi Rp250.000/Hari, Punya Sapi dan Motor Juga Loh

Rektor Uniba Solo mengatakan sudah berkonsultasi kepada senat dan akan melaporkan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) supaya ada reformasi yayasan. Juga agar tidak ada praktik nepotisme, hak-hak dosen, dan karyawan terpenuhi.

Jadwal Kuliah

Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Solo, Solichul Hadi Ahmad Bakri, menjelaskan rektor memiliki hak untuk mengundurkan diri. Ia segera berdiskusi dengan senat dan memastikan jadwal kuliah pada ajaran baru yang telah tersusun segera dilaksanakan.

“Tuduhan sentralistik tidak sepenuhnya benar karena kami memiliki statuta. Tri Darma Perguruan Tinggi silahkan [kewenangan] rektor. Kalau upaya penambahan sarana, yayasan memberikan saran,” katanya.

Update Covid-19 Karanganyar: 2 Pasien Sembuh, 3 Terkonfirmasi Positif

Dia menjelaskan yayasan berkomitmen membayar semua gaji dosen dan karyawan hingga Desember 2020. Yayasan memberikan saran RAB disesuaikan berdasarkan prioritas kebutuhan kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19.

“Kami telah membuat kesepakatan dengan rektorat ada diskon biaya kuliah bagi mahasiswa. Ini tidak menjamin pada masa sulit. Kami telah menyiapkan beasiswa dan seterusnya. Karena kondisi seperti itu menunggu waktu untuk bicara lagi,” paparnya.

Menurut dia, kelembagaan bersifat kolegial kolektif dari pegiat Koperasi Batik yang harus dikelola dengan integritas. Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Solo dikelola dengan integritas dan profesionalisme.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho