Tutup Iklan

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

 Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 Mahasiswa ISI Surakarta pada Jumat (15/10/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 Mahasiswa ISI Surakarta pada Jumat (15/10/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Rektor ISI Surakarta yang baru dilantik 5 Oktober 2021 itu juga menyampaikan selamat kepada para lulusan. Ratusan wisudawan tersebut telah berhasil lulus dan diwisuda.

Acara wisuda di Pendapa GPH Joyokusumo ISI Surakarta dibuka dengan tari sesaji. Pelaksanaan wisuda kali ini masih dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Official ISI Surakarta.

Baca Juga : Hebat! Film Karya Pelajar Klaten Masuk Nominasi Film Pendek Terbaik FFI

Sebanyak 63 wisudawan periode II tahun 2021 dari lulusan program sarjana, magister, dan doktor ISI Surakarta ini memperoleh predikat kelulusan dengan pujian atau cumlaude. Mereka memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,62 dengan masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana.

Untuk program magister, wisudawan bisa menyandang predikat kelulusan dengan pujian apabila mendapatkan IPK rata-rata di atas 3,91 dengan masa studi maksimal 6 semester. Syarat yang sama untuk program doktor, tetapi masa studi maksimal 9 semester.

Pada wisuda kali ini terdapat 7 orang wisudawan Program Studi di Luar Domisili (PDD) ISI Surakarta, Embrio ISBI Sulawesi Selatan. Sebanyak 7 orang wisudawan itu 3 orang wisudawan Program Studi Teater, 1 orang wisudawan Program Studi Desain Interior, dan 3 orang wisudawan Program Studi Film dan Televisi.

Baca Juga : Solo Keroncong Festival untuk Anak Muda Siap Digelar, Catat Tanggalnya!

I Nyoman Sukerna menyampaikan sejumlah pesan kepada wisudawan. Wisudawan diminta lebih fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, dia berharap lulusan ISI Surakarta menjadi pribadi profesional, adaptif, dan unggul.

Rektor ISI Surakarta juga mengingatkan wisudawan bahwa kesuksesan wisudawan buah kerja keras dan dukungan orang tua. Oleh karena itu, dia berharap wisudawan senantiasa menghormati dan berbakti kepada orang tua.

Rasa hormat yang sama, lanjut I Nyoman Sukerna, juga perlu diberikan kepada guru yang menopang kesuksesan. Para wisudawan diharapkan mampu menjadikan kesuksesan akademik sebagai pijakan meraih kesuksesan selanjutnya.

Baca Juga : Kisah Stik Sukun Pertama di Klaten, Pernah Tembus ke Taiwan & Australia

“ISI Surakarta bersyukur atas prestasi yang saudara-saudara capai dalam studi sehingga berhasil meraih gelar tersebut. Saya bangga melepas saudara-saudara untuk mengabdikan ilmu, kreativitas, dan potensi yang saudara miliki kepada masyarakat. Berkarya untuk perkembangan seni dan budaya,” kata Rektor ISI Surakarta saat memberikan pidato.

Dia berharap lulusan ISI Surakarta mampu berkarya di wilayah profesional masing-masing. “Tentunya dengan tetap menjaga spirit dan etika. Siap berkarya di berbagai bidang profesi dengan kedalaman keilmuan dan keahlian, penuh integritas. Namun tetap melekat dengan akar identitas moral sebagai seorang akademisi. Mari songsong dunia nyata, hidup, bekerja, dan berkarya di tengah-tengah masyarakat.“


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.

Satukan Perbedaan, Ketum PKR Tuntas Subagyo Gelar Doa Lintas Agama

Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama di Indonesia yang plural.

Atap 2 Ruangan SDN 1 Toyogo Sragen Disangga Bambu, KBM Siswa Dipindah

Kepala SDN 2 Toyogo, Sambungmacan, Sragen, khawatir jumlah siswa sekolahnya akan berkurang karena kondisi gedung yang rusak.

Diduga Kena Jebakan Tikus, Nenek Pikun Asal Sragen Ditemukan Meninggal

Nenek diduga pikun, Tugiyem, 72, warga Sidoharjo, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal di area persawahan, Sabtu (4/12/2021) diduga karena tersetrum jebakan tikus beraliran listrik.

Forum Kades Sragen Gandeng Praktisi Kaji Perbup Pengelolaan Aset Desa

Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen berupaya mengambil langkah hukum untuk bisa mendorong Bupati mengkaji ulang Perbup No, 76/2017 yang dinilai merugikan mereka.

Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Berikut ini terdapat informasi harga tanah di Kota Solo, Jawa Tengah, yang ada mencapai Rp65 juta per meter persegi.

Harga Tanah di Solo Baru Capai Rp25 Juta/M2, Minat Beli Lur?

Harga tanah di kawasan modern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ada yang mencapai Rp25 juta per meter hlo, minat beli enggak lur?

Ada Peristiwa Mistis 1970 di Balik Asal Usul Makamhaji Sukoharjo

Di balik asal usul Desa Makamhaji di Sukoharjo, Jawa Tengah, ada peristiwa mistis yang terjadi pada tahun 1970-an. Apa itu?

Dibanding Colomadu, Harga Tanah di Solo Baru Lebih Ngeri Lur!

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.