Rektor IAIN Salatiga Meminta Mahasiswa Tak Tinggalkan Insani
Wisuda ke-12 IAIN Salatiga yang dilaksanakan di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III pada Sabtu (21/11/2020). (istimewa)

Solopos.com, SALATIGA--Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy meminta para wisudawan dan mahasiswa untuk tidak meninggalkan insani (kemanusiaan) di Era Revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Rektor dalam amanat pada Wisuda ke-12 IAIN Salatiga yang dilaksanakan di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III pada Sabtu (21/11/2020).

Zakiyuddin menilai di era Revolusi Industri 4.0 pendekatan digital jadi salah satu keniscayaan dan proses digitalisasi dari hari ke hari akan semakin canggih. Satu hal yang perlu digarisbawahi, secanggih apapun teknologi yang dibuat manusia, tidak akan dapat menyentuh ranah spiritualitas, religiusitas, empati, dan pendidikan karakter.

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material Ke Kali Lamat Sejauh 1 Km

"Jadilah qudwah atau teladan untuk lingkungan sekitar. Wisudawan dan wisudawati IAIN Salatiga harus dapat menguasai teknologi. Tapi jangan sampai melupakan empati," lanjutnya.

Menurutnya, manusia yang memiliki kepintaran tetapi tidak memiliki karakter yang baik, hidupnya akan menjadi tidak bermakna.

"Mari kita bangun kehidupan yang lebih bermakna dengan pendekatan empati dan kemanusiaan. Tanpa kedua hal tersebut, hidup menjadi tak bernilai baik di mata Allah maupun manusia secara universal,"ujarnya.

Pendidikan Karakter

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy. (Istimewa)
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy. (Istimewa)

Pada kesempatan tersebut, Zakiyuddin berpesan kepada para wisudawan untuk mengembangkan teknologi tanpa melupakan kemanusiaan dan kepekaan terhadap lingkungan. "Utamakanlah pendidikan karakter yang baik. Ilmu tanpa agama bisa membuat hidup menjadi buta, tidak bisa membedakan mana yang baik atau buruk," ujarnya.

Wisuda ke-12 IAIN Salatiga adalah wisuda daring kedua yang digelar karena pandemi Covid-19. Menurut laporan yang diberikan oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Saerozi, M.Ag, pada kesempatan itu sebanyak 801 mahasiswa yang diwisuda dengan perincian 402 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 44 wisudawan Fakultas Syariah, 53 wisudawan Fakultas Dakwah, 54 wisudawan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora, serta 219 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Jelang Liburan Thanksgiving, Covid-19 Di Amerika Serikat Capai 12 Juta Kasus

"Dari 798 mahasiswa yang mengikuti wisuda pada hari ini, 29 di antaranya adalah mahasiswa dari Program Pascasarjana," tambahnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. menambahkan bahwa IAIN Salatiga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa yang berprestasi.

"Prestasi yang didapat tidak serta-merta datang, melainkan hasil dari kerja keras. Hal itu tidak saja jadi sumber kebanggaan pribadi, tapi juga kebanggaan bagi keluarga dan institusi IAIN Salatiga. Semoga prestasi-prestasi tersebut bisa menjadi cambuk semangat untuk meraih capaian lainnya," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom