Rekrutmen CPNS dan PPPK Sukoharjo: 1.143 Pelamar Tak Lolos Seleksi Administrasi

Lebih dari 1.000 pelamar rekrutmen CPNS dan PPPK nonguru Sukoharjo dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi karena berbagai sebab.

 Ilustrasi tes pada seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). (Antara-Umarul Faruq)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tes pada seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). (Antara-Umarul Faruq)

Solopos.com, SUKOHARJO — Sebanyak 1.143 pelamar rekrutmen calon pegawai negeri sipil atau CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) nonguru Kabupaten Sukoharjo tidak memenuhi syarat administrasi.

Para pelamar yang keberatan atas hasil seleksi administrasi itu bisa mengajukan sanggahan pada 4-6 Agustus melalui sistem seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN).

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengumumkan hasil seleksi administrasi CPNS dan PPPK 2021. Jumlah pelamar rekrutmen CPNS dan PPPK nonguru sebanyak 9.985 orang.

Perinciannya, jumlah pelamar rekrutmen CPNS Sukoharjo sebanyak 7.717 orang dan pelamar PPPK nonguru sebanyak 485 orang. Verifikasi berkas administrasi formasi PPPK guru dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca Juga: Pandemi, Pemohon Perizinan Usaha di Sukoharjo Malah Melonjak Tajam

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini, mengatakan total jumlah pelamar CPNS dan PPPK nonguru yang tidak memenuhi syarat administrasi sebanyak 1.143 orang.

Perinciannya, jumlah pelamar CPNS formasi tenaga kesehatan sebanyak 114 orang dan formasi tenaga teknis sebanyak 921 orang. Total jumlah pelamar rekrutmen CPNS Sukoharjo yang tidak memenuhi syarat administrasi sebanyak 1.035 orang.

Penyebab Berkas Administrasi Tak Lolos

“Sedangkan total jumlah pelamar seleksi PPPK nonguru yang tidak memenuhi syarat sebanyak 108 orang. Meliputi jumlah pelamar formasi tenaga kesehatan 67 orang dan formasi tenaga teknis 41 orang,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Warga Terdampak Covid-19 Sukoharjo Dapat Bantuan Beras 10 Kg

Sumini menyebut ada berbagai penyebab berkas administrasi pelamar tidak memenuhi syarat misalnya kualifikasi pendidikan terakhir tidak linier dengan formasi yang dilamar. Ada juga beberapa pelamar yang tidak mencantumkan keterangan bebas buta warna untuk formasi tenaga kesehatan.

Para pelamar yang tidak memenuhi syarat administrasi bisa mengajukan sanggahan atas hasil seleksi administrasi CPNS dan PPPK nonguru. “Masa sanggah hanya tiga hari mulai 4-5 Agustus. Panitia seleksi bakal melakukan verifikasi ulang jika sanggahan pelamar diterima. Tentunya, pelamar harus menyertakan bukti pendukung berkas administrasi,” paparnya.

Seorang panitia rekrutmen CPNS dan PPPK Sukoharjo, Ahmad Fajar Romdhoni, menyatakan para pelamar yang lolos seleksi administrasi bakal mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Rencananya, lokasi SKD dan SKB dilaksanakan berbarengan dengan daerah lain di Soloraya seperti Klaten, Boyolali, Sragen, dan Wonogiri di Gedung LPPKS Karanganyar.

Berita Terkait

Berita Terkini

PTM Bergulir, Sopir Angkuta Wonogiri Berharap Pelajar Boleh Naik Angkutan Umum

Para sopir angkutan umum perkotaan atau angkuta Wonogiri berharap para pelajar diperbolehkan naik angkuta saat PTM bergulir nanti.

Alhamdulillah.....Satlantas Solo Bagikan 1.500 Paket Sembako

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang membutuhkan kepekaan sosial untuk saling menguatkan. “

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.