Kategori: Leisure

Rekreasi Jaga Imun Nakes & Pasien Covid-19, Begini Kiat RS...


Solopos.com/Cahyadi Kurniawan

Solopos.com, SOLO — Pengendalian stres dan membuat kondisi kejiwaan tetap riang gembira dan bersemangat menjadi kunci kesembuhan pasien selama dirawat di rumah sakit darurat corona. Mereka diajak rekreasi bersama mulai dari senam, konseling, lomba-lomba hingga karaoke demi terhindar dari bahaya maut Covid-19.

Di Surabaya misalnya, pasien Covid-19 tanpa gejala, ringan, dan sedang dirawat di RS Lapangan Indrapura. RS dibangun memanfaatkan tanah lapang yang bagus untuk mencegah penularan secara aerosol.

Kepala RS Lapangan Indrapura Surabaya, I Dewa Gede Nalendra DI, menceritakan setiap pasien yang masuk menerima pendampingan menyeluruh mulai dari non medis, psikologis, ekonomi, sosial hingga kemasyarakatan. Penangan pasien Covid-19 juga memakai prinsip semua harus riang gembira dengan rekreasi.

Baca Juga: Kok Tesla Lebih Pilih India Ketimbang Indonesia?

“Konsep awal ada be happy memberikan suasana senang supaya cepat terbangun antibodi dan imunitas tubuh. Penanganan bukan hanya Covid tapi penyakit penyerta. Kami gunakan obat yang tidak agresif karena pengobatan menyasar penguatan sistem imun,” kata Nalendra, dalam talkshow virtual yang digelar Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (5/2/2021).

Dengan prinsip itu, keberadaan hiburan penting untuk menjaga imunitas tubuh. Saat pasien dilanda stres, tubuhnya terjadi peningkatan hormon kortisol dan epinefrin yang memicu ketidakteraturan respons imunitas tubuh.

Hiburan ini salah satunya dengan menggelar senam. Selain itu, RS juga menyediakan makanan dengan nutri terukur di kafe dengan sistem layanan mandiri.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Sulit Percayai Orang Lain

Hal serupa juga ditemui di Jakarta. Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Letkol  Laut  (K) M Arifin, menuturkan demi menjaga imunitas, berbagai sarana hiburan disiapkan mulai dari fasilitas karaoke, pingpong, voli pantai, hingga konseling. Hal ini juga pernah dilakukan di RS Darurat di Natuna dan Pulau Sebaru pada awal pandemi.

Di Wisma Atlet, fasilitas hiburan bisa ditemui di lantai 12 dan 16. Pasien dan tenaga kesehatan juga bisa mendapatkan layanan konseling dari psikolog baik secara tatap muka maupun melalui video konferensi.

“Hiburan di Wisma Atlet juga ada senam aerobik bersama dengan tetap menjaga jarak. Ada lomba-lomba. Instrukturnya juga berasal dari peserta karena 4.000 orang [pasien] dari berbagai latar belakang,” ujar dia.

Baca Juga: PSIS Semarang Dipastikan Bisa Pakai Stadion Jatidiri

Anggota Tim Psikolog RSDC Wisma Atlet, Desi Wulansari, mengatakan layanan psikologis yang disediakan RS sudah terintegrasi dengan dokter atau perawat yang menangani pasien secara langsung. Tak jarang, layanan ini datang dari permintaan pasien.

Cenderung Rebahan

Menurut Desi, sebagian pasien yang datang terlihat kehilangan semangat. Hal ini ditandai dengan terus berada di kamar dan enggan melakukan apapun.

“Kalau dia bersemangat, dia mau ikut berolahraga dan lainnya. Di Wisma Atlet, dukungan sosialnya kuat baik dari pasien maupun nakes dan sukarelawan,” kata Desi.

Baca Juga: Ini 7 Tips Fengsui Rumah di Tahun Kerbau Logam 2021

Selain itu, pasien juga mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan dan mood depressive. Gangguan terjadi lantaran ada penyesuaian aktivitas yang semula bekerja menjadi harus istirahat. Ada juga penyesuaian lingkungan dan orang-orang baru yang ditemuinya.

Kecemasan juga terjadi misalnya pasien tidak tahu akan penyakitnya, bertanya-tanya kapan bisa pulang atau khawatir bagaimana kondisi anaknya jika ia pulang terlebih dahulu. Sebagian juga cemas lantaran khawatir akan pulang terakhir dibanding anggota keluarga lainnya.

“Beberapa kasus yang cukup harus didampingi sejak awal sampai pulang. Namun, ketika ada pasien pamit, hal ini menjadi semangat bagi dokter dan perawat di sana,” ujar Desi.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

 

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono