Rekor! Wisatawan The New Kemukus Sragen Tembus 3.609 Orang

Total pengunjung The New Kemukus pada Kamis sebanyak  3.609 orang merupakan rekor sepanjang libur Lebaran 2022.

 Para pengunjung memadati pintu masuk New Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022) malam. (Istimewa/Endang Widayanti)

SOLOPOS.COM - Para pengunjung memadati pintu masuk New Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022) malam. (Istimewa/Endang Widayanti)

Solopos.com, SRAGEN–Objek wisata  The New Kemukus membukukan rekor jumlah wisatawan pada libur Lebaran 2022. Tempat wisata di Pendem, Sumberlawang, Sragen, tersebut didatangi wisatawan hingga 3.609 orang pada Kamis (5/5/2022).

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen, Prima Ady Surya, menyampaikan kepadatan pengunjung The New Kemukus didominasi pemudik.

PromosiPerlakuan Istimewa Bikin Daging Wagyu Hanya Bisa Dinikmati Para Sultan

Prima menyebut total pengunjung The New Kemukus pada Kamis sebanyak 3.609 orang merupakan rekor sepanjang libur Hari Raya Idulfitri 2022. Jumlah itu naik 265 orang (7,93%) bila dibandingkan pada kunjungan pada Rabu (4/5/2022) sebanyak 3.344 orang.

Baca Juga: Wow, Kunjungan Wisatawan New Kemukus Kalahkan Sangiran

Membeludaknya jumlah pengunjung itu membuat area parkir The New Kemukus tidak mampu menampung banyak kendaraan.

Prima menyebut kapasitas parkir di belakang Plaza Penerimaan hanya 50 unit mobil dan 200 unit motor. Areal di RTHP Sumberlawang pun, sebut Prima, kapasitasnya tidak jauh berbeda dengan yang di dalam kompleks The New Kemukus.

“Bagi pengunjung yang tidak mendapat lokasi parkir maka bisa parkir di lahan milik warga. Kapasitas lahan parkir memang terbatas sehingga pengunjung bisa memanfaatkan lahan parkir milik warga sebagai solusi,” ujarnya, Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Dari Ribuan Pengunjung New Kemukus, Hanya 33 Orang yang Mau Divaksin

Camat Sumberlawang, Sragen, Endang Widayanti, Jumat (6/5/2022), mengungkapkan jalur masuk menuju ke gerbang The New Kemukus macet pada Kamis malam atau malam Jumat Pahing pukul 19.00 WIB-20.00 WIB.

“Saya bersama Muspika Sumberlawang sampai turun tangan membantu kelancaran lalu lintas. Saya dan Kapolsek sampai pesan tempat untuk parkir karena semua areal parkir penuh. Para pengunjung sampai parkir di depan rumah warga sebelum masuk Jembatan Barong. Semalam meski padat merayap masih bisa teratasi,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.