Rekor Mingguan Kasus Baru Covid-19 Pecah, Hampir 2 Juta dalam 7 Hari
Pasien virus corona. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengakui kasus baru Covid-19 melonjak ke level tertinggi sehingga mencatatkan rekor baru, pekan lalu. Angka penularan virus corona jenis baru sepanjang pekan lalu hampir dua juta kasus hanya dalam tujuh hari.

Pandemi virus corona tampaknya semakin cepat meluas dan menyebar di seluruh dunia. Tercatat, kasus baru melonjak pekan lalu ke level tertinggi, yakni hampir dua juta kasus hanya dalam tujuh hari, meskipun angka kematian baru menurun. Statistik WHO menunjukkan rekor baru Covid-19 dunia.

Dalam pembaruan global terbaru, WHO mengatakan selama sepekan yang berakhir pada 20 September, 1.998.897 kasus baru virus corona baru terdaftar di seluruh dunia. Itu menandai peningkatan 6% selama sepekan sebelumnya dan "jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan dalam satu pekan sejak awal epidemi", kata badan kesehatan PBB itu dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari Strait Times.

Waspada Happy Hypoxia Sertai Virus Corona!

Sejak virus corona jenis baru pertama kali muncul di China akhir tahun 2019 lalu, virus itu telah menginfeksi lebih dari 31 juta orang di seluruh dunia dan telah menewaskan hampir 962.000 orang. Hampir semua wilayah di dunia melihat kasus baru meningkat pekan lalu, kata WHO, dengan Eropa dan Amerika melihat kasus baru membengkak masing-masing 11% dan 10%.

Hanya Afrika, yang relatif tidak terpengaruh oleh pandemi, dan melaporkan penurunan 12% dalam kasus baru dari sepekan sebelumnya. Pekan lalu, sekitar 37.700 kematian baru yang terkait dengan virus tersebut tercatat di seluruh dunia, menandai penurunan 10% dibandingkan pekan sebelumnya.

Didorong Amerika & Afrika

Penurunan di tengah rekor baru Covid-19 dunia tersebut didorong oleh angka penularan di Amerika—wilayah yang paling lama terpukul, di mana kematian baru 22% lebih rendah dari pekan sebelumnya—dan oleh Afrika di mana kematian baru turun 16%.

Sementara itu, Amerika masih menyumbang setengah dari semua kasus yang dilaporkan dan 55% kematian di dunia. Penurunan nyata kematian baru di wilayah tersebut terutama didorong oleh penurunan di Kolombia, Meksiko, Ekuador dan Bolivia.

BTS Raih Penghargaan Ke-100 di Program Musik

Amerika Serikat, yang merupakan negara terparah di dunia, dan Brasil, yang terpukul terparah kedua, terus melaporkan jumlah kematian tertinggi, masing-masing melaporkan lebih dari 5.000 kematian baru dalam sepekan terakhir.

Eropa, beberapa di antaranya sedang mengalami gelombang kedua infeksi, sementara itu jumlah kematian baru melonjak hingga lebih dari 4.000 selama periode tujuh hari, kenaikan 27% dibandingkan dengan sepekan sebelumnya.

Di Eropa, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Inggris melaporkan jumlah kasus baru tertinggi dalam seminggu terakhir, sementara Hongaria dan Denmark melaporkan peningkatan relatif tertinggi dalam kematian. Inggris terus menghitung jumlah kematian kumulatif tertinggi di benua itu hampir 42.000 sejak awal pandemi.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom