Kategori: Sragen

Rekor! 79 Warga Sragen Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pada Hari Coblosan Pilkada 2020


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Jumat warga Sragen terkonfirmasi positif Covid-19 meroket sampai 79 orang dalam sehari pada hari H pemungutan suara Pilkada 2020, Rabu (9/12/2020).

Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya yakni 75 orang dalam sehari. Jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 nyaris menyentuh angka 2.000 kasus, tepatnya 1.940 orang.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Sri Subekti mengungkapkan data tersebut kepada Solopos.com, Rabu sore.

Tak Ada Konvoi, Kapolresta Solo Pastikan Pilkada Aman dan Warga Taat Protokol Kesehatan

Bekti, sapaan akrabnya, memerinci 1.940 warga Sragen yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu terdiri atas 580 orang rawat inap dengan status simtomatik dan asimtomatik. Kemudian, 75 orang meninggal dunia dan 1.285 orang sembuh.

Angka positivity rate per Rabu semakin menjauh dari angka 10%, yakni tembus 13,49%. Persentase angka pasien sembuh juga turun menjadi 66,24%.

Bekti mengatakan lonjakan angka kasus tersebut bukan karena pemilihan kepala daerah karena spesimen swab mereka diambil beberapa hari sebelum pilkada. Hanya hasilnya baru keluar pada Rabu ini.

Raup 86,45% Persen Suara Pilkada Solo 2020, Gibran-Teguh Gagal Tumbangkan Rekor Jokowi-Rudy

Bayi Empat Bulan

Menururt Bekti, naiknya jumlah warga Sragen yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena masyarakat cenderung meremehkan protokol kesehatan.

Kepala DKK Sragen dr Hargiyanto menambahkan 79 kasus baru positif Covid-19 itu berasal dari wilayah Masaran, Sragen Kota, Sumberlawang, Gemolong, Tangen, Gondang. Lalu Miri, Gesi, Tanon, Sidoharjo, Mondokan, Ngrampal, Kalijambe, Plupuh, dan Karangmalang.

Dari puluhan kasus baru itu, ada bayi berusia empat bulan asal Tangen dan anak-anak dari umur empat tahun sampai 12 tahun. Selebihnya orang dewasa hingga umur 82 tahun.

Hasil Real Count Pilkada Sukoharjo Versi Joswi: EA Unggul Sangat Tipis, Ini Angkanya

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto pun tak bisa berkomentar tentang melonjaknya jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sekda mengatakan naiknya jumlah kasus Covid-19 itu masih dominan dari klaster keluarga.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan lonjakan sebelumnya pernah terjadi pada momentum Hari Kemerdekaan Agustus lalu. Dedy melihat ada pergerakan kasus Covid-19 dengan frekuensi yang tinggi itu terjadi sejak maraknya hajatan.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih