Rekomendasi PDIP di Pilkada Sukoharjo Turun Bareng Gibran/Purnomo, Masih Alot?
Pasangan Etik Suryani Wardoyo dan Agus Santosa seusai menyerahkan berkas persyaratan cabup-cawabup di Kantor Sekretariat DPC PDIP Sukoharjo, Jumat (20/9/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W)

Solopos.com, SUKOHARJO — Rekomendasi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang bakal diusung PDIP dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo diprediksi turun bersamaan Kota Solo.

Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya menuturkan rekomendasi Sukoharjo akan menjadi penyeimbang Kota Solo. “Bukan karena istimewa belum turun sendiri, tapi mungkin turunnya bareng Solo buat penyeimbang saja,” kata Wardoyo ketika berbincang dengan wartawan, Kamis (20/2/2020).

Namun demikian, Wardoyo belum bisa memastikan kapan rekomendasi tersebut akan diterima apakah akhir bulan ini atau Maret mendatang. Wardoyo hanya mengikuti alur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP terkait rekomendasi tersebut. “Tunggu saja, lak nanti turun,” katanya.

Hingga saat ini para bakal calon Wali Kota Solo baik Gibran Rakabuming Raka maupun Achmad Purnomo masih menunggu rekomendasi. Keduanya sama-sama berpeluang mendapatkan restu dari Megawati Soekarnoputri.

Jejak Tuntas Subagyo & Tikus Pithi: Dihabisi di Internet, Kini Garap Pilkada Solo

Bendahara DPC PDIP sekaligus panitia penjaringan bakal calon (Balon) di Sukoharjo, Wawan Pribadi menepis kabar belum turunnya rekomendasi lantaran masih alotnya lobi-lobi politik di tataran petinggi PDIP.

“Tidak ada yang alot, memang belum wayahe turun saja rekomendasinya,” katanya.

Sejauh ini, sambung Wawan, masih menunggu keputusan rekomendasi DPP PDIP untuk calon yang akan diusung. Secara pribadi pun, Wawan optimistis rekomendasi PDIP akan turun ke pasangan Etik Suryani-Agus Santosa sesuai pengajuan DPC PDIP.

Sosok Tuntas Subagyo, Pemimpin Tikus Pithi "Penantang" Gibran/Purnomo di Pilkada Solo

Survei internal yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, kata dia, menunjukkan elektabilitas pasangan Etik Suryani dan Agus Santosa menjadi yang tertinggi di antara bakal calon lain di PDIP.

“Kalau saya secara pribadi, optimistis tetap pasangan EA. Dukungan arus bawah juga mengalir untuk pasangan EA, elektabilitasnya juga tertinggi. Tapi berapa prosentasenya saya lupa,” kata Wawan.

Namun demikian, Wawan mengatakan tetap tegak lurus terhadap keputusan partai. Pihaknya akan memberikan dukungan penuh dan siap memenangkan siapapun nanti yang diberi mandat partai maju dalam bursa pemilihan bupati.

"Prestasi" KPK Era Firli: Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi

Wawan pun tak memungkiri saat ini bermunculan baliho pasangan bakal calon bupati dan wabup yang mendaftar melalui PDIP. Jika semula baliho pasangan Etik-Agus, kini baliho pasangan Purwa-Surya bertebaran di mana-mana. Kondisi membuat dukungan arus bawah terbelah.

“Ya silakan saja pasang baliho. Tidak ada masalah, mau EA atau Purwa-Surya silahkan. Semua memiliki hak memasang baliho dan mendukung siapa saja," katanya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho