Tutup Iklan
ilustrasi perumahan komersial. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SEMARANG — Kalangan pengembang properti di Semarang menginginkan pemerintah kota setempat memberikan perhatian lebih pada ketersediaan infrastruktur jalan menuju wilayah perumahan. Pasalnya, saat ini di sejumlah wilayah kerap terjadi kemacetan.

Ketua DPD REI Jateng, M.R. Prijanto, mengatakan kemacetan yang terjadi di sejumlah wilayah perlu segera diantisipasi oleh Pemkot Semarang agar menjadikan pengguna jalan atau masyarakat nyaman. Sejumlah wilayah kini masih rawan kemacetan seperti di kawasan Gombel, Banyumanik, Pedurungan dan beberapa lokasi lain.

"Kami dari DPD REI berharap Pemkot Semarang melakukan percepatan sarana jalan dan pengaturan traffic light atau lampu lalu lintas agar tidak jadi sumber kemacetan," kata M.R. Prijanto, Senin (8/4/2019).

Dia mengatakan adanya perkembangan industri, pendidikan, dan lainnya akan mendorong pertumbuhan baru sehingga harus diikuti oleh pemerintah. Disebutnya, ke depan Kota Semarang tentu bakal semakin padat.

"Kami mengusulkan titik kemacetan di beberapa lokasi perlu diantisipasi, walaupun pemerintah sudah melakukan, harus terus diperhatikan," ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia untuk rumah subsidi pihaknya belum memutuskan untuk memasarkannya. Pasalnya, para pengembang masih menunggu keputusan harga dari pemerintah. Menurutnya, kenaikan harga rumah subsidi tersebut sudah harus dilakukan pada Januari atau Februari 2019, namun hingga April ini belum diputuskan juga.

"Kalau harga rumah MBR masih sama dengan tahun lalu tentu mengurangi margin, harga tanah sudah naik, namun harga rumah belum naik. Bahan material, tenaga kerja juga naik ini membuat agak merepotkan," katanya.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten