REI: Imbas Suku Bunga Naik, Tahun Depan Sektor Properti Terdampak

Lonjakan suku bunga acuan Bank Indonesia akan berdampak, tetapi belum menjadi kekhawatiran besar bagi pengembang di tahun ini.

 Pekerja membangun perumahan bersubsidi untuk rakyat di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (16/9/2016).  (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

SOLOPOS.COM - Pekerja membangun perumahan bersubsidi untuk rakyat di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (16/9/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, JAKARTA–Sektor properti kembali menghadapi ancaman penurunan kinerja akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.

Diketahui, suku bunga deposit facility naik menjadi 3,5% dan suku bunga lending facility naik menjadi 5%.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Pada Agustus lalu, suku bunga BI naik untuk kali pertama sejak November 2018.

Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Hari Gani melihat lonjakan tersebut akan berdampak tetapi belum menjadi kekhawatiran besar bagi pengembang di tahun ini.

“Kenaikan suku bunga ini tidak langsung menyebabkan kenaikan bunga KPR, perlu waktu sekitar 6 bulan. Keliatannya dampaknya terasa mungkin di awal tahun depan. Jadi, tahun ini masih aman,” kata Hari saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: REI Klaim Pengembang Besar Siap Garap Proyek IKN

Hari menambahkan, saat ini yang paling dikhawatirkan untuk sektor properti terjadinya resesi di tahun depan.

Berdasarkan paparan APBN Kita oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, ancaman resesi ekonomi semakin kuat akibat pergolakan ekonomi global yang terjadi.

Isu mengenai Rusia dan Eropa terkait energi membawa sentimen untuk gas, minyak hingga batu bara. Hal ini juga berdampak pada komoditas lain yang ikut berfluktuasi.

“Berarti ekonomi growth mungkin akan terkoreksi karena kita berpengaruh terhadap ekonomi growth secara nasional, meskipun sebenarnya Indonesia selama ini terbantu dengan konsumsi rumah tangga yang besar kemudian ekspor tambang dan komoditas,” jelas Hari.

Di sisi lain, dia melihat sektor properti tahun ini terus tumbuh positif dan tidak akan mengalami kemunduran. Pasalnya, market di pasar properti ini beragam.

Baca Juga: JK Sebut Pembangunan IKN ke Depan Bakal Bermasalah

Hari menjelaskan ada dua konsumen yang mendominasi pasar selama ini yaitu end user dan market investor.

Menurut dia, pertumbuhan properti akan terdorong oleh keduanya karena properti merupakan salah satu aset instrumen yang terbaik.

Melihat kondisi ekonomi yang tidak pasti, para pengembang juga beberapa waktu ke belakang ini terbantu dengan kebijakan PPN DTP yang akan berakhir di September ini.

“Kalau itu diperpanjang buat kita aman, jadi kita tidak perlu menaikan harga. Tetapi kalau PPN DTP dihapus, buat kita agak berat untuk properti komersial, karena selama ini PPN DTP itu sangat membantu sekali,” jelas dia.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul REI: Sektor Properti Akan Kena Dampak Lonjakan Suku Bunga BI Tahun Depan

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Sektor Telko, Energi, hingga Barang Konsumsi Diramal Tahan Banting pada 2023

      Sejumlah sektor yang berkinerja unggul sepanjang tahun ini di antaranya, ada sektor energi, industri, transportasi, dan logistik.

      Perjalanan Lancar di Akhir Pekan, Simak Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini

      Simak jadwal perjalanan KRL Solo-Jogja pada hari ini, Minggu (27/11/2022).

      PT Widodo Makmur Perkasa Tbk & Dompet Dhuafa Beri Bantuan Korban Gempa Cianjur

      PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP atau WMP) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, bergerak cepat mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi Cianjur.

      Telkom Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Ajang Anugerah Media Humas 2022

      Anugerah Media Humas 2022 diikuti humas dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, perusahaan BUMN dan BUMD, hingga humas perguruan tinggi negeri.

      Nominal Limit Transfer BCA Berdasarkan Jenis Kartu

      Berikut adalah informasi terkait batas atau limit transfer dari BCA yang dibedakan berdasar jenis kartu.

      Disebut Layak Jadi Panglima TNI, Segini Harta Kekayaan Yudo Margono

      Sebagai bagian dari penyelenggara negara, harta kekayaan Yudo Margono wajib dilaporkan secara rutin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

      Bangga! 2 Tahun Beruntun, BRI Raih Peringkat Tertinggi di Ajang ASRRAT 2022

      Skor BRI dalam ESG Risk Rating dari Sustainalytics tercatat mengalami perbaikan secara konsisten.

      Presiden: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen di Tengah Resesi Global

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah ancaman badai resesi yang dialami sejumlah negara di dunia.

      Hyundai Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur Senilai Rp2 Miliar

      T Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersama-sama memberikan donasi kepada para korban gempa di Cianjur.

      Liburan Lancar di Akhir Pekan, Simak Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini

      Simak jadwal perjalanan KRL Solo-Jogja pada hari ini, Sabtu (2y6/11/2022).

      BI Perkirakan Inflasi Mencapai 0,18 Persen pada November 2022

      Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada November 2022 mencapai 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mtm).

      Penggemar Vespa Merapat! Piaggio Mau Bawa Motor Listrik ke Indonesia

      Pemerintah Indonesia telah berbincang dengan produsen Vespa, Piaggio Group, untuk menghadirkan motor listrik ke Tanah Air.

      262 Unit Mobil Listrik Ioniq 5 Eks G20 Bali Siap Dilego, Berminat?

      PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan menjual mobil listrik Ioniq 5 bekas kendaraan operasional G20.

      Wow...! Target Penjualan Mobil pada 2023 Nyaris Tembus 1 Juta Unit

      Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan proyeksi penjualan pada 2023 akan meningkat sedikit dibandingkan target penjualan pada 2022.

      KA Blambangan Ekspres Jurusan Semarang-Banyuwangi Diluncurkan, Ada Promonya!

      PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) meluncurkan KA Blambangan Ekspres dengan rute Banyuwangi-Semarang pulang pergi (PP) menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.