Regrouping Sekolah Terganjal PPKM, Disdikbud Urung Cek 70 SD di Karanganyar

Sebanyak 70 SD di Kabupaten Karanganyar akan menjadi sasaran verifikasi oleh Disdikbud setempat sebelum diputuskan regrouping atau tidak.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar akan mengecek 70 sekolah dasar (SD) yang menjadi target pelaksanaan penggabungan atau regrouping SD.

Sayanganya, rencana pengecekan puluhan SD untuk keperluan regrouping itu harus mundur karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal itu terungkap saat Solopos.com berbincang dengan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Endang Trihadiningsih, perihal teknis pelaksanaan regrouping di Karanganyar.

“Target awal kami [proses verifikasi] rampung sebelum Juli. Tapi kan mundur, terus ada ini [PPKM Darurat]. Ya sudah semakin mundur,” kata Endang saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Sekolah di Karanganyar dengan Murid di Bawah 60 Orang Siap-Siap Regrouping

Endang menyebut 70 SD di Kabupaten Karanganyar akan menjadi sasaran verifikasi sebelum diputuskan regrouping atau tidak. Sayangnya Endang masih enggan menyampaikan 70 sekolah tersebut berada di kecamatan mana. Endang beralasan sedang tidak memegang data 70 sekolah itu.

Sebagai informasi, jumlah SD di Kabupaten Karanganyar 503 sekolah. “Dari jumlah itu ada 70 sekolah yang nanti akan kami verifikasi. Tetapi memang target utama kami ke 14 sekolah. Kondisinya bisa dibilang lebih ‘istimewa’ dibanding sekolah lain,” jelas dia.

Jumlah Siswa dalam Satu Sekolah

Kategori istimewa yang dia sebutkan itu berkaitan dengan jumlah siswa dalam satu sekolahan, yakni kurang dari 60 orang selama periode tertentu. Jumlah siswa dihitung dari kelas satu hingga kelas enam. Ketika Solopos.com menyebut beberapa sekolah itu berada di wilayah pegunungan, Endang mengiyakan.

“Siswa kurang dari 60 orang selama tiga tahun berturut-turut. Ada yang di pegunungan. Makanya mau diverifikasi dulu apakah itu nanti bisa di-regrouping atau tidak. Kalau memang tidak bisa di-regrouping karena di pegunungan, jarak dengan sekolah lain jauh tentu tidak bisa di-regrouping,” jelas dia.

Baca juga: Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Dia menyebut regrouping itu mendesak dilakukan karena berkaitan dengan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dasarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.6/2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler.

Salah satu aturan menyebutkan sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 60 orang selama tiga tahun berturut-turut maka tidak akan mendapatkan BOS reguler. Tetapi, Endang menyampaikan masih ada pengecualian pada kondisi tertentu.

“Ada pengecualian untuk sekolah terpencil, letak geografis tidak memungkinkan [dilakukan regrouping]. Makanya kan kami verifikasi dulu. Hasil verifikasi kami laporkan ke Kemendikbud. Bisa kok nanti meskipun jumlah siswa kurang dari 60 masih dapat BOS. Nanti tergantung hasil verifikasi mempertimbangkan banyak faktor,” jelasnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Berlanjut, Objek Wisata di Karanganyar Boleh Buka atau Tidak?

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten.