Refly Harun Prediksi Jokowi Tak Bisa Jadi Orang Nomor 1 di PDIP
Youtuber yang juga ahli Hukum Tata Negara Refly Harun. (Youtube.com)

Solopos.com, JAKARTA — Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyebut Presiden Joko Widodo akan membangun kekuatan politik di sisa empat tahun terakhirnya sebagai orang nomor satu di Indonesia. Namun, Refly Harun memprediksi Jokowi tak bakal bisa menjadi orang nomor satu di partai politik yang mengusung dirinya sebagai presiden, PDIP.

Ramalan jalan nasib Jokowi itu diungkapkan Refly melalui kanal Youtube miliknya, Refly Harun, Kamis (29/10/2020). Menurutnya, sudah bukan rahasia umum ada kekecewaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap Presiden Jokowi, baik di periode pertama maupun periode kedua.

Namun, partai banteng tidak bisa melakukan apa-apa karena Jokowi merupakan "telur emas" Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ini artinya, tegasnya, Jokowi tidak mungkin dibuang begitu saja oleh PDIP.

SM Entertainment Resmi Tanggapi Rumor Trainee Yoo Ji-min

“Kalau PDIP mau menjauh dari Presiden Jokowi dan menjadi oposisi, maka PDIP tidak mendapatkan kompensasi apa-apa,” ungkap Refly Harun dalam unggahan video berjudul "PDIP vs Luhut-Erick Thohir" seperti dikutip Bisnis, Jum’at (30/10/2020).

Dia menambahkan apabila PDIP keluar dari koalisi pemerintah, maka akan banyak partai yang antre untuk masuk ke dalam kabinet. Menurutnya, ada kepentingan aliansi strategis antara Presiden Jokowi dan PDIP. Hal itu, lanjutnya, membuat keduanya tetap bekerja sama hingga Pemilihan Presiden 2024.

Namun, Refly Harun mengingatkan sosok Jokowi sangat mungkin bukan faktor yang menentukan lagi untuk Pilpres 2014. Apalagi, Jokowi tidak mungkin ikut serta dalam kontestasi Pilpres 2024. "Apabila Presiden Jokowi tidak membangun kekuatan politik [sendiri] dan hanya mengikuti PDIP, maka pada 2024 dia bukan menjadi sosok yang determinan karena tidak mempunyai kekuasaan yang ril. Selain itu, Presiden juga tidak mempunyai elektabilitas lagi karena tidak bisa lagi mencalonkan diri," jelasnya.

Secret Number Comeback 4 November, Apa Persiapan Vine?

Refly memperkirakan Jokowi pasti akan membangun kekuatan politiknya di sisa empat tahun terakhir masa pemerintahannya. Hal ini disebabkan putranya Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution yang juga turun ke ranah politik pada Pilkada Serentak 2020.

Seperti diketahui, Gibran saat ini sedang bersaing memperebutkan jabatan sebagai Walikota Solo seperti Ayahnya pada 2005-2012. "Kalau mau pensiun [dari politik] seperti presiden BJ Habibie. Tapi dengan turun gelanggang ke putra dan menantu, saya memperkirakan presiden Jokowi pasti akan membangun kekuatan di sisa empat tahun pemerintahan," katanya

Menurutnya, kecil kemungkinan Jokowi ikut bergabung dalam permainan PDIP setelah selesai mengemban tugas sebagai Presiden RI pada 2024. Pasalnya, kata Refly, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak pernah menjadi orang nomor satu di Partai Banteng.

Aktris Kim Sae-ron Mundur dari Drama Dear M, Ada Konflik?

"Dia [Jokowi] tidak pernah menjadi orang nomor 1 [di PDIP]. Kalau ke kandang banteng, dia selalu dianggap orang nomor sekian. Bahkan tidak tau nomor berapa karena nomor 2 itu Puan Maharani pastinya," ucap Refly.

Berbekal analisis tersebut, dia menyimpulkan Jokowi lebih membutuhkan orang-orang yang bisa dipercaya 100 persen dan akan selalu loyal kepadanya, misalnya Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir.

Kendati demikian, Refly mengingatkan tidak ada loyalitas dalam ranah politik. Pasalnya, inti dari politik adalah kepentingan. “Hari ini kepentingannya sama, chemistry-nya sama, jalan go ahead. Tapi, besok ketika kepentingannya berbeda, maka bisa berbeda pula konstelasi. Seperti dunia persilatan, tangan bisa kaki , tangan menjadi kaki. Bolak-balik ke sana ke mari,” jelasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom