Kategori: Sepak Bola

Rebut Gelar Pemain Terbaik FIFA, Lewandowski Ternyata Punya Kisah Pilu di Awal Kariernya


Solopos.com/Chrisna Chaniscara

Solopos.com, ZURICH — Tahun 2020 memang menjadi periode spektakuler bagi karier Robert Lewandowski. Setelah membawa Bayern Munich merebut lima gelar, menjadi top scorer di tiga kompetisi berbeda dan terpilih sebagai pemain terbaik UEFA, Lewandowski melengkapi capaiannya dengan gelar pemain terbaik FIFA.

Striker 32 tahun itu mengungguli dua megabintang, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang juga menjadi nominator. Predikat pemain terbaik FIFA menjadi pondasi berharga bagi Lewandowski menuju status pemain terbaik dunia (Ballon d’Or).

Jelang Libur Nataru, Kompleks Umbul Manten Klaten Disemprot Disinfektan

Terlepas prestasinya saat ini, Lewi ternyata harus melalui jalan panjang dan berliku saat mulai berkiprah di dunia bola profesional. Saat mengawali karier di Delta Warsawa, tim kecil dari divisi empat Polandia, 15 tahun silam, Lewandowski sempat mengalami cedera lutut parah yang membuatnya absen cukup lama.

Lewi yang saat itu berusia 17 tahun begitu terpukul. Apalagi di waktu yang tak berjauhan sang ayah, Krzysztof, meninggal dunia. Namun semangat dari ibunda, Iwona, membuat Lewandowski perlahan bangkit. Dia mulai mencatatkan prestasi di Polandia saat membawa Znicz Pruskow promosi ke divisi dua.

Pantang Menyerah

Lewi sukses mencetak 15 gol di musim pertamanya. Padahal saat itu dia hanya digaji 254 euro per bulan (Rp4,3 juta). Lewi kemudian melanglang buana ke Lech Poznan, Borussia Dortmund dan terakhir mendarat di Munich.

“Lewandowski adalah talenta besar. Dia pekerja keras, pantang menyerah, teknik bagus dan larinya kencang,” kenang pelatih Znicz Pruskow saat itu, Jacek Grembocki, dilansir BBC, Jumat (18/12/2020).

Lewandowski memang memiliki semua syarat untuk terpilih sebagai yang terbaik tahun ini, sekaligus menginterupsi dominasi Ronaldo dan Messi satu dekade terakhir. Striker Timnas Polandia itu berperan sentral dalam gelar Bundesliga, Liga Champions, DFB Pokal, Piala Super Jerman dan Piala Super Eropa yang diraih Die Roten. Sang striker bahkan sukses menjadi top scorer di tiga kompetisi/turnamen yang disebut awal.

Belasan Pelajar Nongkrong di Bangunan Kosong Manahan Solo Dibubarkan Polisi

Konsistensi dan ketajaman Lewi membuat Bayern tampil begitu dominan di kompetisi domestik maupun Eropa. Total dia mengemas 55 gol hanya dari 47 pertandingan di semua kompetisi sepanjang musim lalu. Lewi sendiri menjadi penyerang tengah pertama sejak Ronaldo Nazario pada 2002 yang mampu merebut gelar pemain terbaik FIFA.

“Perasaan yang luar biasa. Memenangkan penghargaan di depan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sangat berarti bagi saya,” ujar Lewandowski saat menerima penghargaan secara virtual dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Zurich, Swiss, Jumat.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi