Kategori: Sragen

Realokasi DAU untuk Covid-19 Sragen Rp83,28 M


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN Dana alokasi umum (DAU) tahun anggaran 2021 senilai Rp1,041 triliun untuk Kabupaten Sragen akan direalokasi atau di-refocusing sebesar 8% untuk belanja kesehatan dalam penanganan Covid-19. Dana 8% dari DAU tersebut mencapai Rp83,28 miliar.

Kebijakan refocusing DAU itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) No. SE-2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi Solopos.com, Rabu (10/2/2021), menyampaikan DAU Sragen sedang dipilah satu per satu untuk memenuhi SE Kemenkeu tersebut, yakni refocusing DAU sampai 8%.

Kegiatan apa saja yang terkena dampak refocusing DAU itu, kata dia, masih diformulasikan dan akan diwujudkan. Dia mengatakan dalam SE itu sudah ada petunjuk dalam penggunaan dana refocusing itu. “Refocusing itu 8% dari DAU tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah,” katanya.

Baca Juga: Celaka Jika Anda Punya Bos dengan Zodiak Ini…

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen Dwiyanto mengatakan tak hanya 8% dari DAU yang terkena dampak refocusing tetapi berdasarkan rapat virtual lewat Zoom Meeting dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ada tambahan 4% refocusing untuk kebutuhan anggaran di pusat.

“Untuk tambahan 4% itu masih bersifat lisan karena belum ada suratnya. Nilai 4% DAU itu mencapai Rp41,64 miliar. Pusing saya untuk memilah kegiatan yang akan terkena dampak refocusing itu,” ujarnya.

Tunjang Penanganan Covid-19

Dwi mengatakan 8% DAU itu untuk menunjang penanganan Covid-19 di wilayah Sragen sedangkan yang 4% itu untuk penanganan Covid-19 di tingkat pusat. Dia mengatakan DAU itu tidak hanya digunakan untuk gaji pegawai tetapi untuk kegiatan lainnya. “Yang jelas untuk gaji pegawai tidak terkena dampak refocusing DAU itu,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Ramalan Cinta 12 Zodiak di Bulannya Aquarius

Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto berpesan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen harus cermat da perkiraan kebutuhan harus diperkirakan secara matang dalam pelaksanaan refocusing DAU. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sragen itu secara pribadi mendukung kebijakan refocusing DAU itu.

“Dampak atas kebiajakn refocusing itu pasti akan tertundanya dan mungkin batalnya kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan. Semua sektor akan terdampak refocusing itu, seperti 2020 lalu. Kegiatan DAU itu banyak tetapi saya lupa apa yang diajukan Pemkab,” ujarnya.

Ketua DPRD Sragen Suparno juga mendukung dan aturan dari pusat itu harus dijalankan. Suparno optimistis kendati ada refocusing, Sragen tetap masih bisa membangun, tentunya berdasarkan staka prioritas dan kemampuan keuangan daerah. “Kegiatan DAU itu banyak dan tersebar di semuka SKPD, termasuk dana aspirasi dan infrastruktur,” jelasnya.

Baca Juga: Sadis! Pria di Ogan Ilir Bacok 3 Orang di Jalanan...

Penggunaan Dana Refocusing DAU di Sragen

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19

  • Dukungan operasional untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
  • Pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan ikutan pascavaksinasi Covid-19.
  • Distribusi, pengamanan, dan penyediaan tempat penyimpanan vaksin Covid-19.
  • Insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi Covid-19
  • Mendukung kelurahan dalam pelaksanaan penanganan pandemi Covid-19 melalui penyediaan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelurahan dan digunakan antara lain untuk kegiatan pos komando tingkat kelurahan.
  • Insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.
  • Belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Dukungan pendanaan ditetapkan paling sedikit sebesar 8% (delapan persen) dari alokasi DAU TA 2021 atau sesuai dengan kebutuhan daerah dengan memperhatikan tingkat kasus Covid-19 yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sumber: SE Ditjen Perimbangan Daerah Kemenkeu. (trh)

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono