Realisasi program badan usaha milik masyarakat dipertanyakan

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo (Solopos.com) – Kalangan dunia usaha mempertanyakan realisasi program Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMM) yang pernah diwacanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Walikota, Joko Widodo (Jokowi) tahun 2010 silam. Kendati sudah banyak embrio yang bisa diintegrasikan menjadi sebuah BUMM, tapi secara konsep dan teknis pembentukan BUMM yang sering didengungkan Walikota belum juga ada realisasi.

Ketua Forum Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Solo, David R Wijaya, saat ditemui wartawan, Jumat (25/11/2011), menyampaikan konsep BUMM yang diinginkan Pemkot saat ini belum jelas. Padahal, BUMM itu sebenarnya sudah banyak dinanti kalangan klaster di beberapa kampung di Kota Solo.

Sing dikarepke piye, bentuknya atau badan hukumnya nanti mau seperti apa, apakah perseroan terbatas (PT) atau koperasi juga sampai saat ini belum ada tindaklanjut lagi,” kata David. FEDEP sendiri, lanjut dia, punya gambaran bahwa pemberdayaan klaster di Solo nanti akan diintegrasikan untuk menjadi sebuah BUMM.

Seperti diketahui, FEDEP adalah salah satu forum pengembangan ekonomi daerah dan sumber daya manusia melalui pemberdayaan klaster. Tujuan utamanya, mengurangi angka pengangguran. Setelah tiga tahun dibentuk di Solo, Fedep sudah menggarap enam klaster yakni klaster kampung batik di Laweyan dan Kauman, klaster sangkar burung, klaster shuttlecock, klaster mebel Ngemplak dan klaster limbah koran Kadipiro. “Tidak hanya garap klaster, kami juga sudah menyampaikan kepada Pemkot terkait rencana induk pariwisata daerah (Ripda).”

Di FEDEP, lanjut David, tidak hanya terdiri dari unsur dunia usaha. Tapi, ada juga dari birokrasi dan akademisi. “Kepada birokrat ini nanti akan kami sampaikan dan kami tanyakan bagaimana kelanjutan rencana BUMM itu. Karena, klaster yang sudah kami identifikasi potensi dan prospeknya, bisa segera menjadi BUMM asal konsep dan kajian BUMM yang diinginkan Pemkot itu ada.”

Sementara itu, Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Sukriyah, menyampaikan kajian pembentukan BUMM saat ini belum dilakukan. “Kami perlu banyak masukan dari stakeholders terkait terutama mengenai konsep. Kami juga harus mengundang pakar,” kata Sutriyah, yang juga anggota FEDEP Solo.

Ia mengatakan, tahun 2010 Pemkot sudah mendapatkan dan hibah dari bagi hasil cukai yang disampaikan ke tingkat RT. “Setelah kami identifikasi, penggunaan dana tersebut sudah sesuai dan bisa sebagai embrio BUMM di tingkat masyarakat nantinya.”

haw

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

Hotel Expo 2022: Tingkatkan Okupansi dan Kenalkan Potensi Hotel di Solo

Pameran untuk meningkatkan kunjungan sekaligus memperkenalkan hotel yang ada di Solo dan sekitarnya

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Jogobayan Setabelan Solo Kebanjiran

Puluhan rumah di Kampung Jogobayan, Setabelan, Banjarsari, Solo, kebanjiran akibat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.

Buron 3,5 Tahun, Tersangka Pembunuhan di Jepara Ditangkap

Aparat Polres Jepara menangkap seorang tersangka kasus pembunuhan bermotif perselingkuhan yang telah menjadi buron selama 3,5 tahun.

Prediksi Skor dan Line Up Leicester City vs Tottenham Hotspur

Leicester City akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Premier Inggris.

8 Pengungsi Rohingya Kabur dari Lokasi Penampungan

Delapan imigran Rohingya yang kabur tersebut diketahui Selasa (18/1/2022) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dompet dan Tas Tangan Wanita Merek Louis Vuitton Dimusnahkan, Kenapa?

DJKI Kementerian Hukum dan HAM memusnahkan tas troli, tas tangan wanita, tas tangan makeup, dan dompet wanita bermerek Louis Vuitton karena palsu.

Harga Minyak Goreng, Ritel Modern di DIY Terapkan Rp14.000

Kebijakan satu harga minyak goreng Rp14.000 kemasan liter mulai berlaku di ritel modern di DIY.

Anggota TNI di Jakarta Terbunuh oleh Geng Pemuda

Polisi sudah menangkap tujuh dari delapan anggota kelompok pengeroyok anggota TNI, S, 23, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

+ PLUS Bom Tawa Pernah Meledak-Ledak di Taman Balekambang Solo

Taman Balekambang Solo memang pernah menjadi pusat kesenian dan hiburan. Grup lawak Srimulat pernah berbasis di Taman Balekambang. Pelawak Gepeng meniti karier dari Taman Balekambang Solo.

Viral Foto KTP Dijual di NFT, Ini Kata Guru Besar Tempat Ghozali Kuliah

Guru besar Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menanggapi viralnya data pribadi atau foto KTP yang dijual sebagai NFT di situs web OpenSea.

Marak Penolakan Kenaikan Retribusi Pasar, DKUKMP Klaten Bergeming

Para pedagang protes kenaikan retribusi pasar yang mulai berlaku sejak awal 2022.

Masih Terikat Kontrak, Banyak Pemain Persis Solo Bakal Bertahan

Sejumlah pemain Persis Solo saat ini banyak menghuni klub-klub Liga 1 dengan status pinjaman.

Rumah BUMN, Wujud Dukungan Semen Gresik Untuk UMKM Jateng

Program yang telah dilakukan PT Semen Gresik, yaitu mengoptimalkan fungsi Rumah BUMN dalam mentoring dan kurasi produk UMKM.

Terkendala Ijin, Ratusan Kapal Nelayan di Tegal Tidak Melaut

Nelayan menuntut pemerintah setempat mempercepat proses perizinan melaut bagi eks nelayan kapal dengan alat tangkap cantrang

Pantau Vaksinasi Anak di Boyolali, Puan Bagikan Buku & Kaus Mbak Puan

Puan mendampingi siswa yang divaksin, serta sempat mampir ke kelas untuk berdialog dengan siswa.