Tutup Iklan
Para pemain Real Madrid merayakan gol (Reuters-Juan Medina)

Solopos.com, MADRID - Real Madrid boleh saja menyombongkan diri sebagai tim yang paling sering menjuarai Liga Champions, sebanyak 13 kali. Tapi tim berjuluk Los Blancos ini belum pernah merasakan kenikmatan meraih treble winner.

Padahal, musuh abadi mereka, Barcelona sudah dua kali merasakan treble winner alias mengawinkan tiga gelar (Liga Champions, Liga Primera, Copa del Rey) sekaligus dalam semusim masing-masing pada 2008/2009 dan 2014/2015. Pada 2013/2014 lalu, Madrid sebenarnya nyaris menorehkan tiga gelar sekaligus.

Madrid yang ketika itu dibesut Carlo Ancelotti meraih gelar ke-10 (la decima) di Liga Champions plus menundukkan Barcelona pada final Copa del Rey. Sementara di Liga Primera, Madrid sempat bersaing ketat dengan Barcelona dan Atletico.

Sayang, Madrid akhirnya hanya finis ketiga di bawah Atletico dan Barcelona pada Liga Primera. Yang lebih menyesakkan dada, Los Blancos hanya terpaut tiga poin dari Atletico yang finis sebagai juara dan hanya kalah head-to-head dengan Barcelona yang bertengger di urutan kedua.

Madrid pun harus belajar dari kegagalan mereka pada 2013/2014 lalu. Madrid yang kini dipoles Santiago Solari masih berpeluang meraih treble winner. Di Liga Champions, tim Ibu Kota Spanyol ini membawa modal kemenangan 2-1 pada leg pertama babak 16 besar di markas Ajax Amsterdam. Sedangkan di Copa del Rey, mereka mampu menahan imbang Barcelona 1-1 di Camp Nou pada leg pertama semifinal.

Di Liga Primera, Madrid mulai bangkit dengan memangkas jarak ketinggalan menjadi hanya enam poin dari Barcelona yang menduduki singgasana klasemen sementara. Tapi Los Blancos masih perlu terus tancap gas di liga domestik ini jika mereka ingin mewujudkan mimpi besar sebagai peraih treble winner musim ini.

Setelah menundukkan Atletico Madrid 3-1 pada El Derbi Madrileno, Madrid bakal menjamu Girona di Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (17/2/2019) pukul 18.00 WIB. Madrid difavoritkan setelah mereka menyingkirkan Girona dengan agregat 7-3 pada perempat final Copa del Rey lalu. Di sisi lain, Los Blancos memiliki rekor mengesankan di laga kandang, berupa menang delapan kali, plus mencetak 7 clean sheet di Santiago Bernabeu pada Liga Primera musim ini.

Namun, kali ini Los Blancos akan bermain di tengah berbagai pandangan miring. Kemenangan Madrid 2-1 atas Ajax pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions tengah pekan ini dinilai beberapa kalangan tidak fair. Gara-garanya wasit menganulir gol pembuka Ajax setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR).

Kapten Madrid, Sergio Ramos, juga dalam sorotan karena dianggap sengaja ingin mendapat kartu kuning supaya menerima sanksi akumulasi kartu kuning pada leg kedua plus bisa tampil jika timnya lolos ke perempat final.

Sedangkan akhir pekan lalu, winger Los Blancos, Gareth Bale, menjadi bulan-bulanan karena selebrasi provokatifnya yang dianggap tidak menghargai publik Spanyol pada Derbi Madrileno. Pelatih Bale di Timnas Wales, John Toshack, sampai menaruh perhatian serius mengenai kelakukan anak buahnya di Negeri Matador ini. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten