Reaktif Rapid Test Covid-19, KPPS & Pengawas TPS Pilkada Sukoharjo Siap-Siap Diganti

Anggota KPPS dan pengawas TPS Pilkada Sukoharjo bakal diganti jika hasil rapid test Covid-19 yang akan dilaksanakan November ternyata reaktif.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemilu/pilkada. (Solopos/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pengawas tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Sukoharjo bakal menjalani rapid test Covid-19 pada November.

Mereka bakal diganti dengan petugas baru jika hasil rapid test ternyata reaktif. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Nuril Huda, mengatakan anggota KPPS di 1.775 TPS bakal menjalani rapid test sebagai deteksi dini antibodi tubuh.

Apabila ada anggota KPPS yang hasil dinyatakan reaktif bakal diganti petugas baru. “Ada cadangan rapid test sebesar dua persen untuk mengantisipasi jika ada anggota KPPS yang dinyatakan reaktif. Jika hasil rapid test reaktif bakal diganti petugas baru,” kata dia seusai rapat persiapan rapid test penyelenggara Pilkada Sukoharjo di Menara Wijaya, Senin (10/8/2020).

2 Tersangka Tindak Kekerasan di Mertodranan Solo Tertangkap, Polisi Minta Pelaku Lain Serahkan Diri!

Nuril bakal berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ihwal jadwal pelaksanaan rapid test Covid-19 bagi penyelenggara Pilkada. Pelaksanaan rapid test bakal dilakukan petugas medis di setiap kecamatan.

Hal ini bagian dari upaya pencegahan persebaran pandemi Covid-19 dan mengantisipasi munculnya klaster baru saat pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember.

Para anggota KPPS wajib memakai alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, dan penutup wajah atau face shield saat coblosan. “Jumlah anggota KPPS di masing-masing TPS sebanyak tujuh orang. Pelaksanaan pemungutan suara menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona,” ujar dia.

5 Jam Yang Mencekam! Saksi Mata Kisahkan Peristiwa Kericuhan di Mertodranan Solo

Coklit Data Pemilih

Rapid test Covid-19 juga dilakukan terhadap ribuan calon petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP yang bertugas melakukan pencocokan dan penelitian atau coklit data pemilih Pilkada Sukoharjo. Mereka wajib menjalani rapid test sebelum mendatangi rumah penduduk saat coklit data pemilih.

Para PPDP wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat berinteraksi dengan masyarakat. Mereka harus memakai masker, sarung tangan, dan pelindung wajah saat tahapan coklit yang berakhir pada 13 Agustus.

“Progres coklit data pemilih sekitar 95 persen. Kami menargetkan proses coklit data pemilih rampung sebelum 13 Agustus,” papar dia.

Tukang Cukur di Kartasura Sukoharjo Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Ceritanya

Sementara itu, Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Sukoharjo, Uswatun Mufidah, menyatakan para petugas pengawas TPS Pilkada juga wajib menjalani rapid test Covid-19 sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

Kemungkinan besar rapid test pengawas TPS bakal dibarengkan dengan anggota KPPS pada November. Apabila ada petugas pengawas TPS yang dinyatakan reaktif bakal diganti dengan petugas baru.

“Kami tak mau mengambil risiko saat pelaksanaan pemungutan suara. Petugas baru disiapkan untuk mengganti pengawas TPS yang dinyatakan reaktif. Sebelumnya, anggota Bawaslu Sukoharjo dan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) telah menjalani rapid test pada pekan lalu,” kata dia.

Berita Terbaru

Bukan Sri Mulyani, Ternyata Ini Calon Bupati Terkaya di Pilkada Klaten

Solopos.com, KLATEN — Arif Budiyono menjadi calon bupati (cabup) terkaya yang bertarung di Pilkada Klaten 2020. Di urutan kedua...

Bawaslu Siap Bubarkan Kampanye Pilkada Klaten 2020, Jika ...

Solopos.com, KLATEN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten mewanti-wanti setiap pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati wajib menaati protokol pencegahan...

Wow! Anggaran Pengamanan Pilkada Sragen Capai Rp2,5 Miliar

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 981 polisi dan 4.542 petugas perlindungan masyarakat (linmas) siap mengamankan Pilkada 2020. Hal itu diungkapkan...

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tetap memasang target tinggi untuk tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada...

Unik! Cabup-Cawabup Wonogiri Bertukar Pasangan Saat Pengundian Nomor Urut

Solopos.com, WONOGIRI -- Hal-hal penuh kejutan dan unik mewarnai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilkada Wonogiri 2020, Kamis...

Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Foto Yuni-Suroto Ada di Kanan Kotak Kosong

Solopos.com, SRAGEN — Pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto), mendapatkan posisi kanan dalam...

Polisi Bripda hingga Aiptu Tempel Ketat Calon Bupati-Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Belasan anggota Polres Klaten melakukan pengawalan melekat ke tiga pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada...

Kelar Pengundian Nomor Urut, 2 Paslon Peserta Pilkada Solo Langsung Umbar Optimisme

ASemSolopos.com, SOLO -- Dua pasangan calon atau paslon peserta Pilkada Solo 2020 langsung mengumbar optimisme begitu acara pengundian nomor...

Anggota Komisioner KPU Wonogiri Pakai Pakaian Adat Saat Pengundian Nomor, Ini Maknanya

Solopos.com, WONOGIRI -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Wonogiri mengusung konsep budaya dan seni dalam melaksanakan tahapan pengundian nomor...

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Cuti, Siapa Pejabat Sementara Penggantinya?

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang menjadi peserta Pilkada 2020, segera ambil cuti, namun, hingga saat ini...