Razia Protokol Kesehatan, Pusat Keramaian di Sukoharjo Jadi Sasaran

Tim gabungan dari Pemkab Sukoharjo, TNI, dan Polri, menggelar razia protokol kesehatan yang menyasar pusat keramaian.

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Sukoharjo saat mengamankan pelanggar protokol kesehatan di kawasan Alun-alun Satya Negara pada Rabu (14/10/2020) malam. (Istimewa/Satpol PP Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Tim gabungan Pemkab Sukoharjo bersama TNI/Polri intensif melaksanakan razia penegakan hukum protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Jamu.

Kali ini tim gabungan mulai menyasar pusat-pusat keramaian kota, tempat nongkrong hingga pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Wardino mengatakan giat operasi protokol kesehatan mulai dilakukan ke tempat usaha dan keramaian publik sejak pekan ini. Salah satunya razia protokol kesehatan di seputaran kawasan Alun-alun Satya Negara Sukoharjo.

Petugas menyisir tempat nongkrong di kawasan Alun-alun dan menemukan beberapa warga tak menggunakan masker serta berkerumun dan tidak menjaga jarak. Pelanggar tersebut didominasi anak-anak baru gede alias ABG.

Hotel Berbintang di Jateng Emoh Dipakai Karantina Pasien Covid-19, Ini Alasannya

"Petugas mendata yang sebagian besar adalah pelajar dan ABG. Mereka kami minta mereka pulang untuk tidak berkerumun dan menggunakan masker," kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com di Sukoharjo pada Kamis (15/10/2020).

Kemudian petugas menyisir tempat usaha warung makan atau lapak pedagang kaki lima (PKL). Dari hasil penyisiran masih ditemukan warga yang tidak memakai masker seusai makan dan merokok. Mereka bahkan terlihat asyik mengobrol tanpa menggunakan masker.

"Alasannya selesai makan dan rokok. Jadi pada lupa pakai masker," katanya.

Petugas langsung memberikan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker. Apalagi saat mengobrol dengan keluarga maupun teman seusai makan. Padahal masker tersebut harus digunakan saat mengobrol untuk melindungi diri dari kemungkinan tertular virus corona.

Kurva Covid-19 Tinggi, Sekolah di Sukoharjo Belum Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Secara keseluruhan dalam razia di Sukoharjo tersebut petugas menemukan 35 pelanggar protokol kesehatan. Selain dilakukan pendataan, para pelanggar juga menerima pembinaan sosialiasi tentang protokol kesehatan.

"Masih banyak warga yang melanggar protokol kesehatan terutama saat di warung makan," katanya.

Usaha Kuliner

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan sasaran operasi protokol kesehatan ke tempat usaha kuliner dilakukan seiring munculnya klaster rumah makan di wilayah Kartasura belum lama ini.

Razia protokol kesehatan di Sukoharjo dilakukan dengan mengecek sarana dan prasarana tempat cuci tangan, kondisi tempat duduk warung makan hingga penggunaan masker baik pemilik maupun para karyawannya. Menurut dia, pemilik dan karyawan wajib menggunakan masker selama melayani pembeli.

Positif Covid-19, Nenek 100 Tahun: Saya Enggak Takut Mati

"Kami cek bagaimana pengaturan meja makan dan tempat duduknya. Apakah ada menjaga jarak atau umpel-umpelan," katanya.

Dia mengatakan akan semakin mengintensifkan giat penegakan hukum protokol kesehatan di tempat usaha dan pusat keramaian. Langkah ini dilakukan guna menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Sukoharjo. Sebab kasus Corona di Sukoharjo belum menunjukkan tren menurun.

Berita Terbaru

Satgas Kecamatan Kota Solo Siapkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Seluruh pemerintah kecamatan Kota Solo membentuk Satgas Penanganan Covid-19 supaya pelayanan kepada masyarakat lebih cepat. Satgas...

Permintaan Rapid Test Deteksi Covid-19 Stasiun Solo Balapan Naik 3 Kali Lipat

Solopos.com, SOLO -- Permintaan tes cepat atau rapid test deteksi Covid-19 di Stasiun Solo Balapan meningkat seiring kenaikan jumlah...

Keras! Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Sukoharjo Sampai Rp50 Juta

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo menerapkan sanksi yang cukup keras dan tegas terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan...

Razia Masker Digelar di Kartasura, 20 Orang Terjaring

Solopos.com, SUKOHARJO - Razia masker digelar di Balai Desa Singopuran Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (27/11/2020). Operasi ini digelar...

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2020. Simulasi ini...

Pandemi Covid-19, Pasar Murah Sragen Digelar dengan Sistem Drive Thru

Solopos.com, SRAGEN - Pemkab Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah di 20 kecamatan. Kegiatan ini pun...

Jemaah Salat Pun Disisir demi Pembiasaan 3M di Masjid Al Falah Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Masjid Al Falah Sragen membagikan 100 lembar masker kepada para jemaah Salat...

Sudah Jalankan Protokol Kesehatan Saat Pelipatan Kertas Suara, Jangan Lupa 3M Saat Pemungutan Suara

Solopos.com, BOYOLALI - KPU Boyolali menerapkan protokol kesehatan saat pelipatan kertas suara untuk Pilkada 2020. Mereka pun diimbau untuk...

Begini Langkah Pemkab Karanganyar Dukung UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR – Di masa pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah ikut terdampak. Pemkab Karanganyar meminta pelaku UMKM...

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...