RAZIA KARANGANYAR : Satpol PP Gencar Saat Ramadan, Tetapi Tidak Ada Penampungan
ilustrasi (JIBI/Dok)

Razia Karanganyar gencar dilakukan. Tapi kendalanya justru tidak ada tempat penampungan bagi pengemis, gelandangan, dan orang terlantar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar makin gencar melakukan razia pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) sejak memasuki Ramadan. Namun, razia PGOT terganjal tempat penampungan.

Belum semua kabupaten memiliki tempat penampungan. Oleh karena itu, Satpol PP harus membawa PGOT yang terjaring razia ke penampungan di Solo. “Kalau penampungan penuh, ini yang menyulitkan. Kendalanya hanya itu. Kalau soal penertiban selalu kami lakukan rutin,” kata Kepala Kantor Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, kepada Solopos.com, di Karanganyar, Kamis (25/6/2015).

Sasaran aparat Satpol PP adalah tempat keramaian seperti Taman Pancasila, alun-alun, dan sekitar Masjid Agung Karanganyar. Satpol PP juga melakukan razia pada jam kerja dan setelah Salat Tarawih.

Pantauan Solopos.com, sejumlah PGOT menyambangi kompleks perkantoran, tempat ibadah, dan taman kota. Mereka tidak mampir pada lokasi yang sama setiap hari. Mereka datang satu kali dalam satu pekan pada satu lokasi. “Ya untuk makan. Saya enggak punya anak. Selama ini mengandalkan tetangga untuk makan,” kata perempuan lanjut usia (lansia), Parti, yang mengaku tinggal di Krapyak, Matesih.

Kurniadi menuturkan jumlah PGOT diperkirakan bertambah menjelang Lebaran. Oleh karena itu, aparat Satpol PP kian rajin menggelar razia. “PGOT kian marak menjelang Lebaran. Dulu, ada yang minta dipulangkan ke rumahnya di luar Karanganyar. Ya kami antar. Rata-rata setelah itu enggak kembali,” ujar dia.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom