SOLOPOS.COM - Petugas merazia bangunan yang menyediakan jasa penyewaan play station, Selasa (1/12/2015). Tempat tersebut diduga menjadi markas pelajar untuk menghabiskan waktu saat membolos jam sekolah. (Tribratanews.net)

Razia Jogja juga menyasar pelajar yang tak mengikuti aturan.

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 34 siswa yang bolos saat jam pelajaran terjaring razia Dinas Ketertiban Kota Jogja, selama 2016 hingga Februari ini. Tujuh belas siswa di antaranya bolos pada Senin dan Selasa, kemarin.

Promosi Iwan Fals, Cuaca Panas dan Konsistensi Menanam Sejuta Pohon

“Sebagian besar mereka dirazia di warnet, kios game online. Ada juga di tempat tongkrongan, di warung makan dan di lapangan” kata Kepala Seksi Pembinaan, Ketentraman, dan Ketertiban, Dinas Ketertiban Kota Jogja, Murjoko, seusai menggelar razia, Selasa (23/2/2016).

Murjoko mengatakan siswa terjaring razia langsung dibina ditempat dengan cara didata dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, pihaknya juga mengirimkan surat kepada sekolah masing-masing siswa agar menjadi perhatian guru.

Ia berharap pelajar yang bolos sekolah kian berkurang siring gencarnya razia yang dilakukan empat kali dalam sebulan. Tiap razia pihaknya membagi dalam dua tim. Tim pertama menyisir warnet dan lokasi tongkrongan di wilayah Jogja bagian selatan. Sementara tim kedua menyasar wilayah Jogja bagian barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya