Razia Gelandangan, Satpol PP Solo Diserang Pakai Senjata Tajam

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo diserang seorang pemuda saat razia pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di kawasan Panggung, Jebres, Kamis (23/5/2019).

Razia Gelandangan, Satpol PP Solo Diserang Pakai Senjata Tajam

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penusukan. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO — Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo diserang seorang pemuda saat razia pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di kawasan Panggung, Jebres, Kamis (23/5/2019).

Pemuda pengamen tersebut menyerang anggota Satpol PP menggunakan senjata tajam berupa pisau lipat. Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, mengatakan pengamen itu meminta uang dengan memegang pisau lipat.

“Sewaktu kami melakukan penertiban, ada salah satu pemuda yang mengamen. Saat kami tertibkan, dia menyerang menggunakan pisau lipat tersebut. Sekitar pukul 19.00 WIB,” ujar Agus kepada Solopos.com, Minggu (26/5/2019).

Satpol PP berhasil menangkap pemuda PGOT tersebut dan menggiring ke markas Satpol PP untuk diberikan pembinaan dengan aktivitas fisik. Hal ini untuk memberikan efek jera agar yang bersangkutan tidak melakukan penyerangan lagi.

“Kami berikan pembinaan. Sebenarnya dengan menyerang kami itu dia bisa diberikan sanksi pidana. Tapi kami masih beri belas kasihan dengan memberikan pembinaan fisik. Kami suruh push up dan lain-lain. Hukumannya lebih berat dibandingkan PGOT lainnya yang kami tangkap karena sudah mencoba menyerang,” imbuh dia.

Selain menangkap pemuda PGOT yang menyerang pakai pisau lipat, Satpol PP juga menjaring dua PGOT lainnya di kawasan Jurug, Jebres. Kedua orang tersebut juga kemudian diberikan pembinaan agar tidak berkeliaran di Solo.

“Kami juga menangkap PGOT di Jurug. Sebenarnya tiga, tapi yang lain kabur saat melihat kami. Kami berhasil menangkap dua orang saja,” paparnya.

Kepala Satpol PP Solo, Sutarjo, mengatakan masih memberikan belas kasihan terhadap pemuda yang melakukan penyerangan tersebut. Namun, dia juga memberikan peringatan kepada PGOT yang berkeliaran di Solo apabila melakukan hal serupa akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Yang kemarin masih kami ampuni. Kami beri hukuman fisik saja. Kalau masih ada yang mencoba menyerang apalagi dengan senjata akan kami tindak dengan hukuman yang berlaku,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.