Ilustrasi razia polisi lalu lintas. (Instagram-@satlantasgrobogan)

Solopos.com, SOLO — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo resmi memulai Operasi Zebra Candi 2019, Rabu (23/10/2019), dan berangsung hingga Selasa (5/11/2019).

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, seusai mengikuti apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi di Mapolresta Solo pada Rabu pagi, mengatakan perilaku berkendara yang dapat membahayakan pengguna jalan lain dapat diberi penindakan hukum berupa tilang.

Menurut Busroni, ada beberapa prioritas penindakan pada Operasi Zebra Candi pada tahun ini salah satunya merokok atau menggunakan HP sembari berkendara.

Fenomena dalam media sosial beberapa pekan terakhir, abu rokok pengendara sepeda motor beterbangan hingga mengenai mata atau wajah pengguna jalan lainnya.

“Saat berkendara menjadi tidak berkosentrasi ketika terfokus pada handphone. Orang yang merokok apabila berpotensi membahayakan atau berpotensi kecelakaan akan kami beri penindakan. Biasanya pengendara semacam ini akan berkendara dengan zig-zag, tau-tau di tengah ruas jalan,” ujarnya.

Dia menerangkan Undang Undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 106 ayat 1 menyebutkan pengendara harus mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Menurut Busroni, petugas kepolisian juga akan menggelar hunting system atau stasioner untuk merazia pengendara yang merokok dan menggunakan handphone.

Sementara itu, penggunaan rotator dan sirine pada kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya juga akan diberi penindakan secara tegas.

Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyukseskan Operasi Zebra Candi dengan menaati seluruh peraturan lalu lintas.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten