Rawat Kucing Liar, Sejumlah Perempuan di Semarang Bentuk Lingkar Kucing

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Toples kecil berisi butiran-butiran biskuit beraroma ikan itu selalu ada di dalam tas milik Resla Aknaita Chak. Perempuan bertubuh mungil asal Gunungpati, Kota Semarang itu pun selalu mengeluarkan isi di dalam toples itu tatkala menemui kucing-kucing liar di jalan

Seperti yang dilakukannya di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (21//9/2018). Ia mengeluarkan benda yang ada dalam toples itu dan membagikannya kepada kucing yang dijumpai.

Benda itu tak lain adalah biskuit berbentuk bulat dan berukuran kecil yang memiliki aroma ikan. Sontak, begitu biskuit itu ditabur Resla, beberapa ekor kucing pun langsung menghampiri dan makan dengan lahap.

Resla bukanlah satu-satunya perempuan yang kerap memberi makan kucing di jalanan Kota Semarang. Selain Resla, ada juga Anindya Putri dan Dini Failasufa. Tak hanya memberi makan, tiga perempuan yang masih berstatus lajang itu juga kerap merawat dan menampung kucing liar yang terluka.

Berawal dari rasa kasihan terhadap kucing liar itulah, tiga dara manis itu membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Lingkar Kucing. Resla berharap komunitas itu bisa menjadi gerakan awal untuk menyelamatkan kucing-kucing liar, khususnya di Kota Semarang.

“Selama ini kami merasa iba melihat kucing liar yang diterlantarkan pemiliknya. Malahan banyak kucing yang terluka, entah baru saja berkelahi atau dilukai sama orang yang tak bertanggung jawab,” ujar Resla saat berbincang dengan Semarangpos.com, Jumat.

Resla mengaku demi memberi makan dan merawat kucing liar, dirinya dan dua temannya rela merogoh kocek sedalam-dalamnya. Apalagi, saat ini ada sekitar 20an kucing liar yang ditampung di rumahnya yang terletak di Kampung Kuwasen Rejo RT 004/RW 004, Pongangan, Gunungpati, Semarang.

Selain merawat di rumah, Resla juga kerap membawa kucing-kucing liar yang terlantar untuk di rawat di kantornya yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang. Hingga saat ini, ada belasan ekor kucing yang ditampung di kantor alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.

“Saat sore balik ke kantor, saya bawa satu ekor. Setelah dipikir-pikir enggak ada salahnya dirawat di kantor. Akhirnya, sekarang ada belasan ekor yang ditampung di kantor,” ujar Resla.

Tak hanya itu saja. Resla mengaku bilang ada kucing yang butuh perawatan karena terluka, ia pun rela membawa ke klinik hewan. Setiap mengobati kucing jalanan, tak jarang ia harus menguras tabungannya.

“Ada yang Rp60.000 setiap berobat. Bahkan, ada yang sampai Rp300.000,” tuturnya.

Untuk menyiasati kebutuhan merawat kucing liar itu, Resla dan dua rekannya mencoba untuk menggalang dana melalui website kitabisa.com mulai 22 Agustus-22 Oktober 2018.

Ia berharap apa yang ia lakukan bisa menginspirasi warga lainnya untuk menghentikan perilaku menelantarkan dan menyakiti hewan, yang tidak pantas dilakukan manusia. “Kita mahkluk yang diberi kelebihan sudah sepantasnya saling mengasihani. Bukan saling menyakiti,” ujar Resla.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.

Satpol PP Wonogiri Kurangi Patroli PPKM pada Malam Hari, Ini Alasannya

Satpol PP Wonogiri mengurangi patroli keliling pada malam hari selama PPKM level 3 namun lebih intensif pada siang hari.

Waduh! Squid Game Dianggap Jiplakan As the Gods Will, Bagaimana Faktanya?

Drama Korea teranyar Netflix, Squid Game, dituduh jiplakan film Jepang, As the Gods Will.

Resmi Diperkenalkan di Jateng-DIY, All New Honda BR-V Siap Mejeng di Solo dan Jogja

All New Honda BR-V dengan 5 varian dan pilihan warna ini dibanderol dengan harga on the road (OTR) di Jateng-DIY mulai Rp260 juta.

Gapoktan Jateng Berkomitmen Kuatkan Lumbung Pangan Masyarakat

Menjaga ketersediaan dan akses pangan perlu dilakukan dengan penguatan cadangan pangan melalui kegiatan lumbung pangan masyarakat (LPM).

Wuzz! Puting Beliung Sapu Kerjo Karanganyar, Atap 3 Rumah Warga Beterbangan

Atap tiga rumah warga Desa Tawangsari, Kerjo, Karanganyar, beterbangan disapu puting beliung yang melanda wilayah itu, Kamis (23/9/2021).

Berstatus Ayah-Anak, Gibran Ternyata Juga Mesti Buat Janji Dulu untuk Ketemu Presiden Jokowi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ternyata mesti membuat janji dulu jika ingin bertemu ayahnya, Presiden Jokowi.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.

Gokil! Pengusaha Batam Beli Kantong Udara Las Vegas Arief Muhammad Rp210 Juta!

Deal pembelian kantong berisi udara Las Vegas Arief Muhammad lewat penawaran di media sosial.

Babak Akhir Kasus Perusakan Nisan Makam Polokarto Sukoharjo, Pengurus dan Ahli Waris Bertemu

Kasus perusakan batu nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, berakhir setelah ahli waris dan pengurus dipertemukan.

Vaksinasi Anjing dan Kucing Cegah Penularan Rabies di Solo

VaksinasiĀ rabies secara gratis diberikan kepada hewan penularĀ rabies

Warga Sragen Jual Obat Terlarang Hingga Ratusan Butir per Hari, Pembeli Mayoritas Anak SMA

Aparat Satuan Narkorba Polres Sragen kembali menangkap seorang pengedar obat-obatan berbahaya.

Sebelum Azis, 2 Pimpinan DPR Ini Lebih Dulu Jadi Pesakitan. Siapa Mereka?

Setya Novanto sempat mundur sebagai Ketua DPR pada Desember 2015.

Acara Lamaran Ria Ricis Penuh Haru, Ini Fakta Teuku Ryan yang Bikin Penasaran

Teuku Ryan yang dikenal sebagai selebgram Aceh banjir air mata saat menyampaikan lamaran untuk Ria Ricis.