Perlintasan rel kereta api (KA) di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, Jumat (17/5/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 18 perlintasan rel kereta api (KA) tanpa palang di Kabupaten Klaten bakal dijaga seratusan petugas perlindungan masyarakat (linmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten selama H-3 hingga H+3 Lebaran 2019.

Belasan perlintasan rel KA tanpa palang tersebut dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, perlintasan rel KA tanpa palang itu tersebar dari jalur KA yang melintas di Kecamatan Prambanan hingga Kecamatan Wonosari.

Pengendara terpaksa menggunakan perlintasan KA tanpa palang itu karena mempertimbangkan efektivitas jarak tempuh. Lokasi perlintasan rel KA itu di antaranya berlokasi di Prambanan, Ceper, Klaten kota, dan lain sebagainya.

“Kami akan menjalin kerja sama dengan pemerintah desa [pemdes] terkait penunjukan petugas Linmas itu. Waktu kerjanya nanti sekitar satu pekan [mulai H-3 hingga H+3 Lebaran 2019]. Ini untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di perlintasan rel KA tanpa palang,” kata Kepala Satpol PP Klaten, Sugeng Haryanto, saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, pekan lalu.

Sugeng Haryanto mengatakan masing-masing perlintasan KA tanpa palang akan dijaga minimal tiga anggota Linmas dalam satu hari. Nantinya para petugas Linmas yang berjaga akan mendapat honor Rp50.000-Rp75.000 per hari. Sumber anggaran berasal dari APBD Klaten.

“Jumlah petugas Linmas yang ditunjuk mencapai 108 orang. Para petugas Linmas ini sudah punya pengalaman mengatur lalu lintas di perlintasan rel KA tanpa palang. Semoga penjagaan seperti ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Salah satu warga Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, Desyanto, 60, mengatakan penjagaan perlintasan rel KA tanpa palang menjelang hingga setelah Lebaran sangat penting. Dengan begitu diharapkan tak terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Biasanya saat mendekati Lebaran itu jumlah KA yang melintasi di sini [Srago Gede] bertambah. Biasanya dari 100 KA menjadi 120 KA tiap hari. Jam sibuk pukul 06.00 WIB-07.30 WIB dan 14.00 WIB-15.30 WIB. Perlintasan rel KA tanpa palang seperti di sini memang perlu dijaga agar tak ada kecelakaan. Kali terakhir kecelakaan di sini akhir Maret lalu. Saat itu ada orang Trucuk nekat melintas padahal KA sedang melintas,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten