Rawan Diretas, Amankah Pakai Aplikasi Rapat Online Zoom?

Solopos.com, SOLO - Aplikasi rapat dan konferensi video online, Zoom, akhirnya menjawab tudingan soal keamanan data pribadi pengguna. Zoom memastikan privasi pengguna aman.

Aplikasi Zoom mendadak populer sejak banyak orang di dunia bekerja dari rumah demi memutus penyebaran virus corona baru (COVID-19) yang sudah menjadi pandemik. Sayang, sejumlah analis menyebut Zoom tidak aman.

29 Orang Dites RDT Karena Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19 Klaten, Hasilnya?

Intercept melaporkan bahwa Zoom tidak menerapkan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end) sehingga video dan dokumen (file) pengguna sangat mungkin diakses oleh orang lain di luar peserta rapat.

Zoom menjawab kekhawatiran publik soal keamanan platform konferensi video mereka. Zoom memang saat ini sedang banyak digunakan untuk menunjang kerja dan belajar dari jarak jauh, mereka mengklaim platform tersebut aman.

Amien Rais: Corona Jeweran Allah untuk Manusia

"Di Zoom, memastikan privasi dan keamanan pengguna kami, termasuk data, merupakan prioritas utama kami. Kami ingin menanggapi beberapa kekhawatiran terhadap kebijakan privasi Zoom," demikian bunyi pernyataan dari Zoom, atas nama Chief Legal Officer, Aparna Bawa, tertanggal 29 Maret 2020.

Aplikasi Rapat Online Zoom

Zoom dalam tulisan tersebut menyatakan tidak pernah menjual data pengguna dan "tidak berniat menjual data pengguna".

Platform tersebut mengaku hanya mengambil data yang diperlukan untuk menggunakan layanan konferensi video, antara lain alamat IP pengguna, rincian perangkat dan sistem operasi yang digunakan. Mereka mengklaim tidak pernah menyimpan isi rapat, termasuk video, audio dan obrolan kecuali pertemuan tersebut memang direkam oleh pengguna yang bertindak sebagai administrator.

Liga Bulu Tangkis Ditunda, Atlet UNS Solo Legawa

"Partisipan diberi tahu, baik melalui audio maupun video, jika pengurus merekam rapat tersebut di Zoom, mereka memiliki pilihan untuk ikut atau meninggalkan rapat," kata Zoom.

Rekaman pertemuan di Zoom bergantung pada keputusan administrator, apakah mereka mau menyimpan di penyimpanan lokal atau lewat komputasi awan Zoom.

"Kami memiliki akses kontrol untuk mencegah akses ilegal ke rekaman rapat yang disimpan di cloud kami".

Tak Cuma 3 Bulan, Listrik Gratis & Diskon Bisa Saja Diperpanjang

Zoom juga menyatakan tidak mengawasi rapat atau konten yang ada selama pertemuan virtual. Berkaitan dengan akses ke pihak ketiga, Zoom menyatakan tidak pernah memberikan data, termasuk audio, video dan obrolan kepada pihak ketiga untuk keperluan iklan. Zoom menyarankan untuk mematikan

"cookie preferences "di situs zoom.us agar tidak mendapatkan iklan target tentang aplikasi tersebut.

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom