Ratusan Warga Berebut Air Bekas Bilasan Kelambu Pangeran Samudro

Ada warga yang tiap tahun selama lebih dari dua dasawarsa datang dalam ritual pencucian kelambu makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus setiap 1 Sura. Mereka berebut air bilasan karena meyakini membawa berkah.

 Ratusan orang berebut air bekas bilasan kain kelambu di pelataran pembilasan dalam ritual tradisi jamasan kain kelambu di kompleks Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Ratusan orang berebut air bekas bilasan kain kelambu di pelataran pembilasan dalam ritual tradisi jamasan kain kelambu di kompleks Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)


Solopos.com, SRAGEN — Ratusan orang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Sumatra berebut air bekas bilasan kain kelambu penutup makam Pangeran Samudro. Kelambu itu dicuci dalam ritual jamasan di Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022).

Mereka meyakini air bilasan kelambu itu dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu mereka juga percaya bisa mendatangkan keberkahan dalam berbisnis dan kehidupan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Setelah kain kelambu dicuci di Waduk Kedung Ombo (WKO), kain itu kembali dikirab menuju ke lokasi pembilasan. Di pelataran pembilasan kelambu sudah disiapkan enam tong berisi air.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memulai membilas kain kelambu itu diikuti Ketua DPRD Sragen Suparno, dan sejumlah pejabat lain.

Proses pembilasan kelambu itu disaksikan ratusan orang yang berkerumun mengelilingi pelataran. Mereka sudah membawa botol bekas air mineral, ember, gayung, dan tempat air lainnya.

Baca Juga: Ada Yang Beda di Ritual Pencucian Kelambu Pangeran Samudro Tahun Ini

Begitu pembilasan selesai, awalnya hanya satu dua orang yang mengulurkan botol kosong supaya diisi air kepada aparat keamanan yang membuat pagar betis di pelataran pembilasan. Lama-lama pintu selatan yang awalnya dijaga dua aparat TNI berhasil diterobos warga.

Demikian juga pintu sisi utara pun akhirnya berhasil diterobos. Pelataran pun dijejali banyak orang. Air enam drum pun diserbu warga. Ada yang langsung menyiramkan air ke sekujur tubuh mereka. Ada yang mengambil dengan ember besar. Ada pula yang mengambil secukupnya dengan beberapa botol bekas.

Obat Penyakit Apa Pun

Mbah Paesah, 92, warga asal Jepara, berhasil mengambil seember air bilasan itu plus tiga botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter. Dia percaya air itu bisa untuk obat penyakit apa pun.

“Saya ke sini setiap tahun, ya setiap 1 Sura. Saya sudah bertahun-tahun melakukan hal ini, yakni sejak anak saya berumur 12 tahun. Saya mengambil air ini supaya mendapatkan berkah dari Pangeran Samudro dan Ibu Ontrowulan. Setelah ini, saya mau naik ke Gunung Lawu ke lokasi simbahnya Pangeran Samudro, yakni Prabu Brawijaya V,” kata Paesah.

Baca Juga: Direkonstruksi Pemkab Sragen, Ini Legenda Gunung Kemukus yang Tepat

Ada juga rombongan perempuan dari Bandung yang ikut mengambil air dari bilasan kelambu itu. Mereka sudah bermalam di sekitar Gunung Kemukus sejak Jumat. Mereka tidak sekadar mencari air bekas bilasan kelambu. Tetapi juga mengikuti ritual di Gunung Kemukus.

Nanang, warga Sumedang, bersama enam rekannya juga mengambil air bilasan kelambu itu. Air itu akan ia gunakan untuk membasuh muka dan sebagian dicampur ke air bak mandi.

“Semua itu untuk mencari keberkahan dalam berbisnis biar lancar. Ada juga yang untuk obat penyakit apa pun. Saya sudah belasan tahun ke Gunung Kemukus. Pengambilan air di Sendang Ontrowulan pun saya lakukan sebulan sekali,” ujarnya.

Bupati Yuni menilai tradisi ini baik dan sebagai daya tarik Gunung Kemukus sebagai wisata religi, Dia berharap tradisi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Saya itu ingin langsing tetapi kok tidak bisa, hahahaha,” ujarnya seraya berkelakar.

Baca Juga: Dicari, Formula untuk Rebranding Gunung Kemukus Sragen

Penanggung jawab Objek Wisata Gunung Kemukus, M. Suparno, menyampaikan tradisi ini merupakan budaya adiluhung yang perlu dilestarikan. Ia menilai semua prosesi tradisi ini merupakan wujud evaluasi diri, bahwa apa yang dilakukan hari ini lebih baik dari hari kemarin.

“Kelambu itu sudah setahun dipasang sebagai penutup tempat doa di Sendang Ontrowulan dan di makam Pangeran Samudro. Karena sudah setahun pasti kotor sehingga harus dicuci dan dibersihkan kembali. Pencucian kelambu itu sebenarnya simbol dari pembersihan diri, pikiran, dan hati supaya saat memohon kepada Tuhan bisa dikabulkan,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.

      Inilah Daftar 19 Desa di Sragen yang akan Menggelar Pilkades

      Pilkades serentak akan berlangsung 25 Oktober 2022

      Cuaca Sukoharjo Selasa 9 Agustus Ini, Cerah Berawan Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Selasa (9/8/2022).

      Bukan Magic, Ini Sebab Kebo Bule Keraton Solo Warnanya Putih Kemerahan

      Meski kerap dikaitkan dengan hal-hal magis, warna kulit pada kebo bule seperti yang ada di Keraton Solo bisa dijelaskan secara ilmiah.

      Cuaca Boyolali Selasa 9 Agustus Ini: Cerah Berawan Siang Hari

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Selasa (9/8/2022), tersaji dalam artikel ini secara lengkap.