SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dwi Prasetya/JIBI/SOLOPOS)

TK Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan full day menyelenggarakan Manasik Kids, Sabtu (25/2/2017)

 
Harianjogja.com, JOGJA–  TK Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan full day menyelenggarakan Manasik Kids, Sabtu (25/2/2017). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswi TK berseragam jamaah haji di tanah suci.

Promosi Tragedi Bintaro 1987, Musibah Memilukan yang Memicu Proyek Rel Ganda 2 Dekade

Bertempat di Lapangan Karang, Kotagede, sebanyak 145 siswa memenuhi separuh lokasi lapangan melaksanakan giat manasik tersebut. Terbagi dalam tiga rombongan dari gabungan siswa kelompok A dan kelompok B, para siswa didampingi sejumlah guru dan karyawan TK Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan.

Kepala sekolah Tk Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan, Nawarol Muniroh mengatakan dalam giat tersebut para siswa secara langsung didampingi oleh sejumlah guru dan karyawan dengan harapan agar kegiatan dapat berjalan lebih terarah.

“Para guru mendampingi sesuai kelompok yang diampu masing-masing, setiap kelas menjadi satu regu sehingga ada tiga rombongan yang melaksanakan manasik Kids ini,” kata dia.

Nawarol mengatakan dalam pelaksanaan Manasik Kids tersebut ada sejumlah hal yang dapat dipetik pelajaran bagi anak didiknya. Di antaranya yakni pendidikan sejak dini terkait ibadah haji yang menjadi kewajiban umat Islam.

Menurutnya, dengan mengenalkan sejak dini pendidikan ibadah haji tersebut dapat memberikan manfaat pada siswa -siswinya. Menanamkan persepsi bahwa ibadah menjadi hal yang menyenangkan juga menjadi salah satu tujuan Nawarol.

Selain itu, pelaksanaan giat Manasik Kids pun sesuai visi misi TK Aisyiyah Nyai Ahmad dahlan yakni untuk menciptakan anak didik yang unggul dari segi spiritual, emoseonal serta intelektual. Spritual yakni dengan menanamkan sejak dini pemahaman bahwa sebagai umat Islam pelaksanaan ibadah haji menjadi suatu kewajiban.

Selanjutnya, secara emosional bahwa anak akan berlatih untuk mendengarkan sosialisasi pelaksanaan, kegiatan antri dalam barisan ketika melaksanakan urutan manasik hajiyang tentunya akan mengolah emosional.

“Serta Intelektual dimana siswa akan melatih kemampuan secara fisik dan juga kognitif, salah satunya dengan menghafal bacaan atau doa-doa,” kata dia.

Program Manasik Kids, kata Nawarol, diharapkan dapat menjadi program rutin  yang  nantinya dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Memberi pendidikan sejak dini serta mengemas ibadah menjadi kegiatan yang menyenangkan dapat terwujud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya