Kategori: Wonogiri

Ratusan Rumah di 2 Kecamatan di Wonogiri Terendam Banjir


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI – Bencana banjir melanda Kecamatan Paranggupito dan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ratusan rumah terdampak, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan banjir yang melanda dua kecamatan itu berawal dari adanya hujan deras dengan intensitas tinggi, sejak Sabtu (30/1/2021), pukul 23.30 WIB hingga Minggu (31/1/2021), pukul 01.00 WIB.

"Sebagian besar banjir yang terjadi di dua kecamatan itu diakibatkan saluran air luweng yang tersumbat. Sehingga menimbulkan genangan ke permukiman warga. Hampir setiap tahun adanya banjir di daerah itu yang disebabkan karena luweng," kata dia kepada wartawan, Minggu.

Baca juga: Istri Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Asal Sragen Mimpi Ketemu Suami: Dia Tersenyum Bahagia

Hujan Deras

Bambang mengatakakan, hujan pada malam itu disertai angin. Sehingga ada beberapa pohon yang tumbang. Selain itu, hujan deras juga mengakibatkan talud di sekitar jalan mengalami longsor.

Di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, kata dia, ada enam dusun di tiga desa yang terdampak banjir. Ketiga desa itu yakni Desa Joho, Desa Petirsari dan Sumberagung. Adapun rumah yang terdampak sebanyak 126 rumah.

"Paling banyak di Sumberagung ada empat dusun yang dilanda banjir. Desa lainnya hanya satu dusun," ungkap dia.

Sementara itu, di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, ada 12 dusun di lima desa yang dilanda banjir. Lima desa itu yakni Desa Ketos, Desa Sambiharjo, Desa Johunut, Desa Paranggupito dan Desa Songbledek. Rumah yang terdampak banjir sebanyak 52 rumah.

"Tidak hanya rumah, mushola di Dusun Ngasem, Desa Paranggupito juga terdampak. Di Dusun Sawit, Desa Paranggupito terdapat pohon tumbang yang melintang ke jalan. Sedangkan di Dusun Gemulung, Desa Johunut, talud jalan sepanjang 60 meter mengalami longsor," papar dia.

Baca juga: 180 Hektare Sawah di Sukoharjo Terendam Banjir

Bambang mengatakan, rumah yang terdampak genangan banjir rata-rata ketinggiannya sekitar 20 centimeter hinhga 40 centimeter. Sedangkan ketinggian air banjir di luar rumah warga sekitar 50 centimeter hingga 150 centimeter. Ia menambahkan, rata-rata genangan air banjir berlangsung sekitar dua jam hingga tiga jam telah surut.

"Penanganan dilakukan oleh sukarelawan setempat. Karena di masing-masing desa sudah terbentuk desa tangguh bencana atau destana," kata dia.

Bambang mengatakan, ada sebagian lokasi yang hingga Minggu pagi masih banjir dan belum surut. Menindaklanjuti banjir tersebut, BPBD Wonogiri telah mengirimkan mobil pompa air portable delapan dim.

Selain itu, juga mengirimkan logistik untuk giat kerja bakti dan personel yang melakukan giat pemulihan.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Adapun kerugian meterial yakni peralatan elektronik tergenang dan lahan pertanian, seperti padi dan jagunhmg mengalami kerusakan. Total kerugian masih dihitung," kata Bambang.

Baca juga: Pertama Sejak Merapi Siaga, Banjir Lahar Hujan Terjang Alur Kali Woro Klaten

Banjir Paranggupito

Camat Paranggupito, Wonogiri, Sulistyani, membenarkan bahwa di wilayahnya ada lima desa yang dilanda banjir. Banjir di daerahnya tersebut akibat dari tersumbatnya luweng.

"Tadi malam hujannya deras dan cukup lama. Selain itu disertai petir dan angin. Akibatnya, sebagian aliran listrik di beberapa lokasi padam," kata dia saat dihubungi, Minggu.

Ia mengatakan, rumah warga yang terdampak banjir tidak ada yang roboh atau megalami kerusakan bagian atap seperti terdampak angin atau longsor. Namun air menggenangi bagian rumah.

"Memang semalam saat terjadi banjir ada beberapa warga yang mengungsi ke daerah lain. Tapi ini sudah balik ke rumah, karena genangan air sudah berangsur mulai surut. Rata-rata kerugian yang dialami warga yaitu hasil pertanian yang baru saja dipanen. Ikut terendam banjir," kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita