Pengunjung di gapura pintu masuk kompleks Keraton Agung Sejagat Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020). (Solopos-Anis Efizudin)

Solopos.com, SEMARANG -- Dugaan penipuan dalam kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, terus diusut polisi. Diduga ada ratusan orang yang telah tertipu dengan membayar sejumlah uang karena berbagai iming-iming.

Bahkan, ada warga harus membayar hingga ratusan juta rupiah demi bergabung dengan keraton tersebut.

"Kemarin mendapatkan informasi dari warga di sana, ada yang sampai menyerahkan Rp150 juta, ini masih dicari oleh penyidik untuk dipanggil sebagai keterangan saksi korban," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (20/1/2020), dilansir Okezone.

Menurutnya, polisi telah memeriksa 18 saksi yang diduga menjadi korban. Mereka rata-rata telah membayar Rp3 juta hingga Rp30 juta.

Kisah Kelam PSK: Melayani saat Mens

Mereka rela membayar karena diiming-iming jabatan dan gaji besar bila bergabung menjadi anggota Kerajaan Agung Sejagat.

"Dari ratusan [pengikut] itu mereka juga mengakui bahwa mereka tertipu, tapi kita hanya mengambil sampel 18 orang. Ini yang betul-betul sudah mendapatkan iming-iming kemudian menyetorkan sejumlah uang," terangnya.

Beli Rumah? Ajukan KPR Online di Sini, Gampang Banget!

Namun, janji-janji yang disampaikan oleh "Raja" Toto Santoso, 42, dan "permaisurinya" Fanni Aminadia, 41, hanya isapan jempol belaka.

Toto dan Fanni ditangkap polisi di Wates Yogyakarta, pada 14 Januari 2019 lalu dan janji gaji besar itu tak kunjung diberikan.

8 Wanita Penjual Kopi Plus Seks di Ponorogo Diciduk

"Kemudian [yang] dia dijanjikan itu tidak ada sama sekali. Sampai sekarang baik dari gaji, kemudian jabatan dan lain-lain, yang katanya hidupnya lebih makmur itu, banyak janji iming-iming seperti itu," pungkasnya.

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

Sementara itu, Toto Santoso yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat akhirnya mengaku berdusta.

Dia mengakui keraton baru yang didirikan di Purworejo, Jawa Tengah, itu hanya rekaan dan tak terkait dengan Kerajaan Mataram maupun Majapahit.

Layani Threesome, Warga Karanganyar Diringkus Polisi Pasuruan

"Sekarang dia [Toto] mengakui bahwa itu semua mengada-ada," kata Iskandar.

Sebelumnya polisi juga meminta keterangan ahli sejarah dan budaya untuk memeriksa silsilah Toto Santoso maupun Fanni Aminadia.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Hasilnya, tak ada garis keturunan yang menyambung ke trah Raja-Raja Mataram maupun Majapahit.

PNS Terpergok Mesum di Parkiran Mal Solo Ternyata Pejabat Diskominfo Sragen

"Sebenarnya tidak ada sama sekali keturunan kerajaan, tak ada. Bahkan sudah kita cek dari alhi sejarah dan budaya tidak ada silsilah dari saudara Toto ini dari keturunan Raja Mataram atau Majapahit, tidak ada sama sekali," terangnya.

Sumber: Okezone.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten