Ratusan mahasiswa UKSW menari secara massal di halaman Kantor Pemkot Salatiga, Rabu (18/9/2019) malam. (Semarangpos.com-Humas UKSW Salatiga)

Solopos.com, SEMARANG — Sekitar 500 mahasiswa baru (maba) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga berkumpul di halaman balai kota yang merupakan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Rabu (18/9/2019) malam.

Mengenakan kostum merah dan putih, ratusan mahasiswa dari berbagai daerah itu secara kompak mempersembahkan tarian Flobamaru Bersatu, Yospan, Toba Naulli, dan Poco-Poco. Menari secara massal itu dilakukan mahasiswa UKSW merupakan rangkaian acara Pagelaran Budaya Indonesia yang digelar sebagai rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW 2019.

Salah satu mahasiswa baru, Gabriel Gebi dari Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. “Sangat senang bisa berkenalan dengan ratusan teman dari daerah lain dan mempelajari tarian mereka,” kata  mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) itu.

Sejak dibuka Senin (16/92019) sore, kegiatan OMB UKSW 2019 tidak pernah sepi pengunjung. Pada hari ketiga, pengunjung kembali disuguhi penampilan mahasiswa yang membawakan kesenian musik dan tari.

Sejumlah tarian dan kesenian musik disuguhkan dengan apik oleh mahasiswa etnik Minahasa, Batak, Maluku, hingga Sumatra Selatan. Ada pula tarian kolaborasi oleh mahasiswa etnik Maluku dan Sumatra yang membawakan tarian Hedung, Ebo, Lego-Lego, dan Cha-Cha.

Dalam pergelaran itu, mahasiswa juga diajak untuk bersama-sama mendeklarasikan komitmen bersama untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kebudayaan, menjaga keutuhan NKRI, serta mewujudkan kerukunan hingga komitmen untuk memperkokoh dan merawat Kota Salatiga sebagai kota toleransi.

Pembantu Rektor III UKSW, Andeka Rocky Tanaamah, menyatakan bahwa UKSW dan Salatiga adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. “Saya berharap kita belajar bersama-sama untuk saling menghormati suku, agama dan ras. Jadikanlah perbedaan kebudayaan sebagai identitas kita, menjadi bagian yang hidup dalam diri kita. Perbedaan bukan penghalang untuk menjadi satu Indonesia”, imbuhnya.

Selain menggelar tari massal di halaman Balai Kota Salatiga, ratusan mahasiswa baru UKSW juga sempat menggelar acara Welcome Dinner bersama Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, di rumah dinasnya, Selasa (17/9/2019). Yuliyanto mengatakan terwujudnya Salatiga sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia tak lepas dari dukungan mahasiswa UKSW.

“Di Salatiga telah ada 27 etnik yang hingga saat ini dapat hidup bersama dengan baik. Selamat belajar di sini dengan penuh tanggung jawab. Jadikanlah Salatiga sebagai rumah kedua,” ujar Yuliyanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten