Sejumlah peserta Gowes To Muktamar ke-48 Muhammadiyah melintasi Jl. Raya Sukowati Sragen, Minggu (26/1/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Lebih dari 350 pesepeda menjadi pusat perhatian ribuan warga yang memadati arena car free day (CFD) di Jl. Raya Sukowati Sragen, Minggu (26/1/2020) pagi.

Para pesepeda ini mengenakan baju warna oranye bertuliskan Gowes To Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Mereka juga membawa sejumlah atribut bendera organisasi Muhammadiyah.

Mereka menerobos padatnya warga yang tengah beraktivitas di arena CFD. Para peserta Gowes To Muktamar itu dilepas Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais, dari halaman Masjid Raya Al Falah Sragen.

Sesampainya di depan Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, peserta gowes ini berbalik kanan menuju arah Solo. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

Sebelumnya, mereka sempat beristirahat di halaman RSU Muhammadiyah Masaran Sragen. Gowes dari Sragen-UMS ini adalah road show pertama menuju Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

"Kami berencana menggelar road show di tujuh kabupaten dan kota di Soloraya. Setelah di Sragen, Februari nanti kami menyelenggarakan gowes dari Karanganyar-UMS. Terakhir, gowes digelar dari Jogja-Klaten hingga UMS,” terang Sekretaris Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Bambang Sukoco, di halaman RSU PKU Muhammadiyah Masaran Sragen.

Melilit Ayam, Ular Sanca 4 Meter Ditangkap Warga Klodran Karanganyar

Gowes itu merupakan bagian dari upaya PP Muhammadiyah menyosialisasikan kegiatan akbar Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Edutorium UMS pada 1-5 Juli 2020. Gowes di tujuh kabupaten/kota di Soloraya itu juga menjadi sarana kulanuwun warga Muhammadiyah kepada warga Soloraya yang kebetulan menjadi tuan rumah muktamar.

Sekitar 1,5 juta warga Muhammadiyah diprediksi membanjiri Solo. Muktamar itu kemungkinan akan menghadirkan kepadatan lalu lintas di kawasan Soloraya.

Mewakili warga Muhammadiyah, Bambang Sukoco menyampaikan permohonan maaf bila kegiatan muktamar mengganggu aktivitas warga di Soloraya.

“Kegiatan gowes ini tidak hanya diikuti warga Muhammadiyah. Sejumlah komunitas sepeda di Soloraya juga turut memeriahkan gowes ini,” papar Bambang Sukoco.

Muktamar ke-48 Muhammadiyah digelar untuk membenahi kinerja organisasi selama lima tahun terakhir dan merumuskan program kegiatan selama lima tahun ke depan. Kemajuan teknologi dan informasi menjadi salah satu pokok permasalahan yang diusung dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

Sejarah Angkringan dari Desa Ngerangan Bayat Klaten Terkenal ke Pelosok Negeri

“Jangan terkejut kalau di masa mendatang rupiah itu sudah tidak laku. Sekarang saja bawa uang banyak, bukan jaminan bisa masuk tol. Kecuali kalau dia membawa kartu e-tol. Jadi, kita tidak boleh tertinggal oleh perubahan. Sebaiknya bisa saling berkejaran dengan perubahan. Syukur bisa mendahului perubahan itu,” terang Dahlan Rais pada kesempatan itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten