Tutup Iklan
Ratusan buruh dari berbagai perusahaan berjoget dalam peringatan May Day yang diselenggarakan Pemkot Madiun di lantai III Pasar Besar Madiun, Rabu (1/5/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Ratusan buruh dari berbagai perusahaan swasta dan pekerja honorer Pemerintah Kota (Pemkot) https://madiun.solopos.com/read/20190430/516/988884/1-pengawas-pemilu-tulungagung-meninggal-karena-sakit-dan-kelelahan" title="1 Pengawas Pemilu Tulungagung Meninggal karena Sakit dan Kelelahan">Madiun merayakan May Day atau Hari Buruh Internasional 2019 dengan bersih-bersih pasar hingga berjoget bersama, Rabu (1/5/2019).

Perayaan Hari Buruh Internasional itu difasilitasi Pemkot Madiun di lantai III Pasar Besar Madiun. Ratusan buruh beserta Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya dan sejumlah pejabat pemerintah kota ikut larut dalam "pesta" tersebut. Sebelumnya mereka kerja bakti membersihkan Pasar Besar Madiun.

Kemudian mereka dihibur dengan musik dangdut. Selain itu, ratusan hadiah pun diberikan kepada para buruh. Mulai dari sarung, kaus, mesin cuci, kulkas, sepeda gunung, hingga sepeda motor.

Tampak jelas senyuman di wajah para https://madiun.solopos.com/read/20190430/516/988755/pengusaha-mebel-rotan-jatim-sulit-dapatkan-bahan-baku-ini-sebabnya" title="Pengusaha Mebel Rotan Jatim Sulit Dapatkan Bahan Baku, Ini Sebabnya">buruh. Momen peringatan May Day yang biasanya menampilkan sikap kritis para buruh dan tuntutan perubahan kesejahteraan tak tertampak dalam kegiatan itu.

Salah satu buruh yang ikut kegiatan itu, Khoiri Chalwani, 31, karyawan di Hotel Merdeka Madiun, datang bersama sejumlah temannya ke acara tersebut untuk mengikuti kegiatan peringatan May Day.

Baginya, peringatan May Day lebih asyik diisi kegiatan-kegiatan seperti ini karena ada beragam kegiatan hiburan yang bisa dirasakan buruh secara langsung. "Kalau gaji saya sudah UMR dan ada tunjangan-tunjangan lain. Tapi ya tergantung jumlah tamu juga," ujarnya.

Dia mengaku lebih tertarik peringatan May Day dengan kegiatan hiburan dibandingkan aksi unjuk rasa turun ke jalan. Meski diperingati dengan kegiatan hiburan, Khoiri berharap nasib karyawan sepertinya bisa lebih sejahtera dan perusahaan bisa terus menaikkan gaji setiap tahun.

Buruh lainnya, Sari, 34, mengaku tidak pernah ikut kegiatan peringatan May Day. Dia baru mengikuti kegiatan May Day dari Pemkot atas izin dari perusahaannya. Sari mengaku sudah 15 tahun bekerja di pabrik kecap di Kota Madiun.

Meski sudah belasan tahun, upah yang diberikan https://madiun.solopos.com/read/20190429/516/988740/23-rumah-rusak-kena-ledakan-tangki-truk-di-surabaya" title="23 Rumah Rusak Kena Ledakan Tangki Truk di Surabaya">perusahaan di bawah Rp2 juta/bulan. "Saya hanya berharap ada kenaikan kesejahteraan dan gaji bisa naik tiap tahun," ujar ibu dua anak ini.

Perayaan May Day yang difasilitasi Pemkot Madiun diinisiasi Wali Kota Madiun, Maidi, yang baru dilantik dua hari lalu. Kegiatan baksos dan hiburan yang digelar untuk memperingati May Day itu supaya para pekerja tidak turun ke jalan.

"Tidak ada aksi di jalan. Apa gunanya aksi di jalan jika aksi di jalan justru mengganggu lalu lintas. Dari ucapannya dan sebagainya. Kalau seperti ini masyarakat simpatik sekali," kata Maidi.

Menurutnya, peringatan May Day di Madiun justru menampilkan sisi sosial para pekerja yaitu ada kegiatan bersih-bersih pasar dan donor darah. Mengenai kesejahteraan pekerja, para pekerja juga harus memperhatikan kewajibannya sehingga kalau kewajibannya sudah terpenuhi baru haknya akan diberikan.

Koordinator Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Madiun, Aris Budiono, mengkritik keras acara "senang-senang" yang dilakukan Pemkot Madiun untuk memperingati May Day. Menurutnya, Pemkot tidak sepatutnya menyelenggarakan kegiatan peringatan May Day seperti itu.

Aris menegaskan lebih baik Pemkot fokus menangani penyelesaian kasus-kasus yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. "Ke depannya jangan lah. Lebih baik menyelesaikan permasalahan perburuhan di Kota Madiun. Itu lebih penting dari kegiatan senang-senang," jelas dia.

Pada peringatan May Day, KASBI bersama Serikat Buruh Madiun menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh Internasional di Balai Kota Madiun maupun kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun. Namun jumlah pesertanya hanya belasan orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto Harjo Wiyono, menuturkan kegiatan May Day tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan pemerintah memfasilitasi kegiatan tersebut dengan anggaran daerah. "Kami tidak hafal anggarannya," ungkap Suyoto.

Dia menilai kritikan dari KASBI itu hal yang wajar. Namun, Suyoto menyampaikan justru kegiatan "senang-senang" yang digelar mampu menarik ratusan buruh dibandingkan dengan buruh yang ikut aksi turun jalan. "Biar masyarakat yang menilai lah," jelasnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten