Foto Fanni Aminadia yang mengklaim sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat. (Instagram/@fanniadia_tbtd)

Solopos.com, SOLO -- "Ratu" Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia, mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia lantaran dibuat heboh oleh berita tentang dirinya dan "Raja" Toto Santoso di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

"Saya cuma memohon maaf karena apa yang telah terjadi di Purworejo kemudian beritanya berkembang liar dan meresahkan serta membuat polemik masyarakat Indonesia. Saya hanya bicara itu, yang jelas saya tidak mungkin mengkhianati Merah Putih dan ideologi saya Pancasila," ujar Fanni dalam teleconference dari Mapolda Jawa Tengah dalam program Indonesia Lawyers Club TVOne, Selasa (21/1/2020) malam.

Selain mengaku cinta Indonesia, Fanni Aminadia juga disebut aktif dalam berbagai lembaga dan kegiatan sosial.

Pengacara Fanni, Ari Tarigan, mengatakan bahwa kliennya adalah pendiri Laskar Merah Putih dan pernah aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Jadwal Pemadaman Listrik Kota Solo, Rabu (22/1/2020)

"Bu Fanni dalam hal ini adalah nasionalis sejati. Seorang pendiri tokoh Laskar Merah Putih, beliau aktif di Himpunan Mahasiswa Islam," ungkap Ari.

Baca Juga:

Di Pemalang, Remaja Sragen Kabur Gara-Gara HP Disita Sempat Bekerja di Tempat Fitnes

Kapal Selam Karya Anak Bangsa Sukses Lalui Tes Kedalaman 250 Meter di Banyuwangi

Pada kesempatan itu, Ari Tarigan membeberkan pertama kali Fanni Aminadia bertemu dengan Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso. Menurut Ari, mereka bertemu pada 2016-2017 di Jakarta.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

"Beliau kenal Mas Toto 2016-2017 sebagai teman dan rekanan yang bicara persoalan kebudaayan. Kenal di Jakarta. Bu Fanni seorang sutradara film juga punya event organizer. Makanya kemarin kirab itu, dia terpacu untuk membuat film sejarah. Tapi, bully masyarakat mengarah ke makar, itu jauh sekali ekspetasinya," tambah Ari.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Karena berpengalaman di bidang usaha, Fanni Aminadia ketika menjadi ratu di Keraton Agung Sejagat diberi tugas oleh Toto Santoso untuk membuat lambang dan pakaian seragam bagi anggota mereka.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten