Tutup Iklan -->
Rasio Kematian Covid-19 Indonesia Naik Jadi 9,34%
ilustrasi virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah mengumumkan kasus positif penyakit virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 64 kasus menjadi 514 kasus dan 48 kasus di antaranya meninggal dunia. Kondisi itu kembali menaikkan rasio kematian Covid-19 Indonesia menjadi 9,34 persen.

Sedangkan, pada Rabu (18/3/2020), rasio kematian Covid-19 Indonesia berada di angka 8,37 persen yakni ada 19 kematian dari 227 kasus positif Covid-19.

Pasien Positif Corona di Kota Solo Tambah 1 Orang

Berdasarkan data dari Worldometers.info, rasio itu lebih dari dua kali lipat rasio kematian kasus Covid-19 dunia yakni 4,2 persen yakni 13.071 kematian dari 308.615 kasus terkonfirmasi.

Kronologi Pelajar SMP Meninggal Tenggelam di Telaga Rowo Wonogiri

Di bawah Indonesia, ada Italia dengan rasio kematian 9,00 persen, Iran 7,54 persen, dan Filipina 6,57 persen, dan Spanyol 5,41 persen. Sedangkan, Tiongkok yang menjadi lokasi kemunculan Covid-19, rasio kematiannya 4,02 persen.

Pernah ke Solo Lalu Batuk, Demam, dan Sesak Napas Bisa Status ODP Corona

Selain itu, masih ada rasio kematian yang lebih tinggi dari Indonesia. Namun, jumlah kasusnya terbilang rendah, misalnya Kepulauan Cayman ada 1 orang meninggal dari 3 kasus positif Covid-19. Lalu, ada Sudan yang hanya ada 2 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.

Netizen Kangen Mendiang Sutopo di Tengah Bencana Nasional Corona

Pasien Sembuh Bertambah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penambahan 64 kasus baru itu berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), dan Jawa Timur (15 kasus). Selain itu, Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan Papua (2 kasus).

Solo KLB Corona, Razia Kendaraan Bakal Ditiadakan

“Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatis sebanyak sembilan orang menjadi 29 orang,” ujar pria yang akrab disapa Yuri, sebagaimana dikutip Solopos.com dari Covid19.go.id, Minggu (22/3/2020).

Yuri menjelaskan berkaca pada peningkatan kasus itu, Ia terus mengingatan pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas. Pemerintah berharap masyarakat saling meningatkan dan mengawasi.

Tambah 1, Pasien Positif Corona di Jateng Jadi 15 Orang

Butuh Sinergisme

Yurianto juga meminta semua harus berperan dalam penanganan pandemi ini, sebab tidak bisa hanya pemerintah saja. Semua komponen masyarakat membutuhkan sinergisme.

Waspada Corona, ASN Sragen Boleh Bekerja di Rumah Mulai Senin

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang menyiapkan rumah sakit tambahan untuk screening tes dengan menggunaan rapid test termasuk obat-obatan yang akan digunakan.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini atas resep dokter, atas indikasi yang diberikan oleh dokter. Tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan,” ujar Yuri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho