Kategori: Nasional

Rapid Test Corona, Adu Cepat dengan Persebaran Virus


Solopos.com/Danang Nur Ihsan/Newswire

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah memutuskan melakukan rapid test corona besar-besaran untuk mencegah persebaran virus itu. Bisa dibilang, rapid test ini beradu cepat dengan persebaran Covid-19.

Tahap awal, pemerintah akan melakukan rapid test corona terhadap 700.000 orang yang berisiko terinfeksi. Pemeriksaan akan dilakukan dengan mengambil darah pasien sebagai sampel.

Juru Bicara Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto mengatakan pemeriksaan massal adalah upaya pengecekan awal kepada masyarakat rentan terjangkit corona.

Wanita Positif Corona Mojosongo Solo Sempat Rewang dan ke Pasar

Pemerintah menyediakan 1 juta kit rapid test corona untuk memeriksa pasien secara massal. Langkah ini dilakukan melalui analisis risiko sehingga hanya masyarakat berisiko tinggi yang akan diperiksa.

Pemeriksaan massal hanya akan melihat hasil melalui darah. Darah diambil sedikit untuk dilakukan pemeriksaan dengan alat. Dalam waktu sekitar 2 menit, hasil tersebut langsung keluar.

Apabila dinyatakan positif dalam tes massal virus corona ini, pasien akan ditindaklanjuti dengan menggunakan metode Polumerase Chain Reaction (PCR). Hal itu untuk memastikan hasil positif yang sesungguhnya.

”Tentunya sensitivitasnya berbeda. Akan tetapi ini adalah screening massal, penapisan awal secara massal. Tujuannya adalah untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif,” terang Yuri dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Rapid test corona ini juga bagian dari perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi persebaran Covid-19. Tidak hanya Indonesia, rapid test corona sedang diupayakan di berbagai negara seperti Australia dan Thailand.

Begini Penampakan Virus Corona Covid-19 di Mikroskop

Sejumlah firma industri biomolekuler juga telah menawarkan Rapid Test Kit Covid-19, terutama dari Amerika dan Tiongkok. Bahkan, Pemerintah Tiongkok menyatakan siap mengirimkan piranti Rapid Test Kit Covid-19 itu ke-51 negara di dunia. Dalam 15 menit hasil tes siap disajikan.

Dilarang Dijual Online

Namun, ada kekhawatiran Rapid Test Kit Corona yang kini ditawarkan banyak perusahaan biomolekuler itu kurang akurat, setidaknya presisinya tak sebaik PCR.

Bahkan Pemerintah Thailand melarang penjualan Rapid Test Kit Corona di toko-toko online, khawatir kualitasnya abal-abal.

Tidak bisa dimungkiri pendekatannya berbeda. Bila PCR dan Sequencer-nya langsung memeriksa pada DNA virus, rapid test kit hanya mendeteksi antibodi, utamanya antimobodi IgG (Immunoglubolin-G) dan IgM (Immunoglubolin-M).

Perempuan Positif Corona yang Meninggal Dunia Asal Jatipurno Wonogiri

Antibodi terbentuk sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap serangan virus (antigen). Rapid test kit ini mudah digunakan. Darah pasien diambil dari lengan lalu disuntikkan ke tabung test kit dan reagen yang tersedia diteteskan, dua-tiga tetes.

Pemindai dalam test kit akan memeriksa antibodi yang ada, dan hasilnya bisa muncul dalam 10–15 menit.

Profesor Agus Setiyono melihat rapid test kit cukup memenuhi syarat digunakan sebagai alat pendeteksi patogen. Menurutnya, antibodi yang terbentuk oleh sistem kekebalan tubuh itu spesifik.

Maka, IgG dan IgM yang terbentuk akibat infeksi Covid-19 pun berbeda dari IgG dan IgM yang muncul gara-gara virus dengue, penyebab demam berdarah. “Untuk memeriksa ada tidaknya penularan, rapid test kit rasanya cukup memadai,’’ kata Agus sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id.

Ternyata Ini Foto Asli Soeharto Naik Nmax

Namun, dengan banyaknya merek yang beredar dari banyak pabrikan, Agus menyarankan, ada baiknya bila dilakukan pengujian sebelumnya.

Durasi waktu memang menjadi isu penting saat otoritas kesehatan masyarakat harus beradu cepat dengan penyebaran virus. Untuk saat ini rapid test corona bisa menjadi jawaban sementara.

Share
Dipublikasikan oleh
Danang Nur Ihsan